PERSEPSI AUDITOR TERHADAP OPINI AUDIT PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PELAPORAN KEUANGAN
AZHAR P., HASETAPADMA , Drs. Haryono, M.Com
Undang-undang Sarbanes-Oxley merupakan respon adanya skandal akuntansi yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar dan kantor akuntan publik di Amerika Serikat. Undang-undang tersebut mewajibkan perusahaan di pasar modal untuk diaudit sistem pengendalian internal atas pelaporan keuangannya. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian empiris dengan tujuan mengetahui persepsi auditor terhadap opini audit pengendalian internal atas pelaporan keuangan, yang saat ini menjadi bagian dalam audit terintegrasi.
Sampel dalam penelitian ini adalah auditor eksternal yang bekerja pada kantor akuntan publik. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioner dengan menggunakan kuisioner kepada auditor. Pengumpulan data padapenelitian ini dilakukan dengan menyebar kuesioner, melalui dua metoda: (1)e-mail based dan web based; (2) melakukan pengumpulan pada kantor akuntan publik secara langsung. Variabel yang digunakan adalah persepsi auditor terhadap opini audit pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Variabel ini diukur dengan menggunakan skala Likert. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode one sample t-test untuk mengukur persepsi auditor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel auditor mempersepsikan bahwa terdapat peningkatan atas kualitas laporan audit dengan adanya opini audit pengendalian atas pelaporan keuangan. Oleh sebab itu, perlu diterapkan regulasi yang mengatur audit pengendalian internal atas pelaporan keuangan.
Sarbanes-Oxley Law is a respond of an accountancy scandal which involved big companies and public accountant firm in the United States. This Law obligated companies which are listed in the stock exchange to be audited, especially on its internal control system over financial reporting. This research is developed as the empirical study to know the auditor's perception on internal control over financial reporting audit opinion, which now becomes part on the integrated audit.
Sample taken on this study is the external auditors which work for the public accountant firms. Datas are collected by using questionnaire given to those auditors. Two methods used in regard to collect this questionnaire datas. Those two methods are: (1)e-mail based and web-based; (2)direct method, which means the questionnaire is directly given to the sample auditors. Variable used in this study is the auditor's perception regarding internal control audit opinion on the financial reporting. This variable is measured using Likert scale. The hypothetical testing is done by using the one sample t-test method to measure the auditor's perception.
The study result shows that the sample of the auditors has a perception that there is an increased quality in the audit report with the existance of the internal control over financial reporting audit opinion. Therefore, the regulation regarding audit internal control audit over financial reporting must be developed.
Kata Kunci : persepsi auditor, opini audit, pengendalian internal atas pelaporan keuangan, Sarbanes-Oxley Act