Laporkan Masalah

Keterkaitan Laba terhadap Arus Kas Masa Depan dengan Pemoderasi Kualitas Laba: studi empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEJ

Astuti, Linda , Zuni Barikah, S.E., M.Com., Ak.

2008 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Sebagai alat pertanggungjawaban, laporan keuangan dipandang sebagai pengukur kinerja manajemen dengan laba sebagai salah satu parameternya. Kebebasan manajer untuk memilih salah satu metode akuntansi menyebabkan informasi akuntansi saling berhubungan. Sayangnya hal ini mungkin akan memotivasi manajemen untuk melakukan manajemen terhadap laba. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris hipotesis bahwa kualitas laba dapat meningkatkan kemampuan prediktif laba operasi terhadap arus kas operasi. Indeks perataan laba diukur dengan formula indeks Eckel's (1981), ini digunakan untuk mengukur kualitas laba perusahaan. Model regresi dibentuk untuk menguji hipotesis. Model ini menguji 33 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sampai akhir tahun 2003. Penelitian ini menemukan bahwa bukti empiris tidak mendukung tujuan hipotesis. Maka, penelitian ini menemukan bahwa kemampuan prediktif laba terhadap arus kas masa depan, tidak dipengaruhi oleh apakah perusahaan melakukan perataan laba atau tidak. Kata kunci: arus kas operasi, kemampuan prediksi, kualitas laba, laba operasi, perataan laba.

As an instrument responsibility, financial statement is use to measures management with an earning as the parameter. The freedom of managers to choose one among various alternative accounting methods, causes the accounting information to interrelate. This freedom, unfortunately, might motivate managers to do artificial earnings management. The objective of this study is to empirically examine a hypothesis that earnings quality enhances the ability of operating income to predict future cash flow. The magnitude income smoothing index, measured by Eckel's (1981) index formula, is used to capture a firm's quality level of earnings. A linear regression model is developed to test the hypothesis. The model parameter are estimated based on thirty three manufacturing firm listed in Jakarta Stock Exchange (JSX) up to the end of 2003. This study finds empirical evidence didn't support the purposed hypothesis. That is, this study finds smoothing or nonsmoothing firm, didn't affect the ability of operating income to predict future cash flow.

Keywords: earnings quality, income smoothing, future cash flow, predictive content.

Kata Kunci : arus kas operasi, kemampuan prediksi, kualitas laba, laba operasi, perataan laba


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.