Laporkan Masalah

Pengaruh Lama Perikatan Audit Terhadap Kualitas Audit Di Indonesia

ASTUTI, DEWI NIARA (Adv.: Sugiarto, Drs., M.Acc., M.B.A., CMA.), Sugiarto, Drs., M.Acc., M.B.A., CMA.

2013 | Skripsi | S1 Accounting

Adanya konflik kepentingan antara pengguna laporan keuangan dengan manajemen sebagai pembuat laporan keuangan memunculkan kebutuhan akan pengauditan laporan kondisi keuangan. Untuk menjaga kualitas pengauditan yang dilakukan oleh auditor, dibuatlah standar pengauditan yang dua diantaranya adalah independensi auditor dan pemahaman mengenai klien. Namun, jika dikaitkan dengan lama perikatan audit, dua hal ini memiliki implikasi yang bertolak belakang. Karena adanya perubahan pada peraturan pemerintah terkait lama perikatan audit pada tahun 2008, maka penulis berniat untuk mencari tahu apakah pergantian peraturan tersebut sudah tepat dengan mengamati efek standar audit mana yang mendominasi dalam konteks pengauditan perusahaan di Indonesia.

Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang menggunakan jasa pengauditan laporan keuangan, dengan sampel berupa 176 dan 219 perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel independen dalam penelitian ini adalah lama perikatan audit dan ukuran KAP, sedangkan variabel dependennya adalah kualitas audit yang diproksikan oleh tingkat discretionary accrual dalam laporan keuangan auditan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode uji beda Kruskal-Wallis one way ANOVA dan Mann-Whitney-Wilcoxon rank-sum test.

Hasil dari penelitian ini adalah efek pemahaman akan klien tidak mendominasi efek independensi auditor dalam kaitannya dengan lama perikatan audit. Dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi praktek pengauditan di Indonesia, penulis menyimpulkan bahwa pergantian peraturan Pemerintah terkait lama perikatan audit sudah tepat.

Conflict of interest between financial statement user and management as financial statement maker emerge the need of financial statement audit. To maintain quality of audit performed by auditors, 10 generally accepted audit standards adopted, two of them are independence in mental attitude and sufficient understanding of the entity. If we correlate those two standards with audit tenure, they seems having contradictive implication. Because of audit tenure rule change in 2008, author intended to verify whether the rule change is appropriate by observing which audit standard effect is dominating in Indonesian auditing environment.

Population used in this research are the companies that need financial statement audit, where 176 and 219 listed nonfinancial companies used as sample. This research used audit tenure and audit firm size as independent variable, while audit quality (audited financial statement discretionary accrual level used as proxy) had been used as dependent variable. Author used Kruskal-Wallis one way ANOVA and Mann-Whitney-Wilcoxon rank-sum test to test the hypotheses stated.

Author find that sufficient understanding of the entity effect didnÂ’t dominate over independence effect relating to audit tenure. While putting Indonesian auditing circumstances into consideration, author conclude that audit tenure rule change in 2008 was appropriate.

Kata Kunci : discretionary accrual, audit tenure, audit quality, audit firm size, lama perikatan audit, kualitas audit, ukuran KAP.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.