Partisipasi Anggaran, Komitmen Organisasi dan Keterlibatan Pekerjaan Pengaruhnya Terhadap Senjangan Anggaran (Slack Budgeting)
ASNAWI MEINARNI (Pembimbing): Drs. Hardo Basuki, M.Soc.Sc., Drs. Hardo Basuki, M.Soc.Sc.
INTISARI
Hubungan antara partisipasi anggaran dan senjangan anggaran yang diuji dalam beberapa penelitian akuntansi menunjukkan hasil yang sating bertentangan. Kebanyakan literatur berpendapat bahwa partisipasi merupakan subordinat yang dapat menghasilkan senjangan anggaran, bagaimanapun hubungan antara partisipasi dan senjangan anggaran masih membingungkan. Studi ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris bahwa tiga fakctor motivational yaitu partisipasi anggaran, komitmen organisasi dan keterlibatan pekerjaan merupakan faktor penting yang dapat menjelaskan tentang kecenderungan manajer dalam menciptakan senjangan anggaran. Sampel dalam studi ini adalah para manajer dari berbagai jenis perusahaan di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner (mail survey) yang ditujukan kepada manajer tingkat menengah dari perusahaan berskala besar. Hasil studi menunjukkan bahwa, individual (manajer) dengan tingkat keterlibatan rendah (lemah) dihubungkan dengan partisipasi anggaran cenderung akan menurunkan atau mengurangi senjangan anggaran dan individual dengan tingkat keterlibatan tinggi dihubungkan dengan partisipasi anggaran cenderung meningkatkan terjadinya senjangan anggaran. Hasil yang lain menunjukkan bahwa untuk individual dengan tingkat komitmen organisasi yang tinggi dihubungkan dengan keterlibatan pekerjaan yang rendah cenderung mengurangi terjadinya senjangan begitu pula sebaliknya komitmen organisasi yang rendah dengan keterlibatan yang tinggi cenderung meningkatkan senjangan anggaran. Pada bagian lain hasil studi menunjukkan bahwa pada saat keterlibatan pekerjaan rendah (lemah) dikaitkan dengan tingginya partisipasi anggaran dan komitmen organisasi cenderung mengurangi terjadinya senjangan anggaran sedangkan keterlibatan yang tinggi dihubungkan dengan tingkat partisipasi anggaran yang tinggi dan komitmen organisasi yang rendah cenderung meningkatkan terjadinya senjangan anggaran. Kesimpulannya variabel keterlibatan pekerjaan merupakan quasi moderating variable yang menghubungkan partisipasi anggaran dan senjangan anggaran juga yang menghubungkan komitmen organisasi dan senjangan anggaran.
ABSTRACT
The relation betwen budgetary participation and budget slack has been examined in several accounting studies with conflicting result. A major concern in the literature is that participation by subordinates may result in the generation of slack budget. However, the link between participation and slack is equivocal. This study provides empirical evidence that three motivational factors of budget articipation, organizational commitment and job involvement might be important factors in explaining managers's propensities to create budgetary slack. For this study, samples of manager were drown from various corporation in Indonesia area. The result of this study, based on a questionnaire survey of division midle manager in large corporation. The result showed that, individual with weak job involvement, budget participation and slack are inversely related and for individual with strong job involvement, budget participation and budget slack are positively related. The other result indicate that for highly committed manager and weak job involvement is associated with decreased propensity to create budgetary slack and for manager who have
low levels of committed to organization and strong job involvement is associated with increased propensity to create budgetary slack. The other indicate of the result that when the individual with weak job involvement and strong budget participation and organizational commitment levels are associated with reduces propensity to create budget slack and the other hand for individual with strong job involvement and the highly budget participation with weak organizational commitment and slack are positevily related. The conclusion is job involvement is a quasi moderating variable on the relation between budgetary participation and budgetary slack and relation between organizational commitment and budgetary slack.
Kata Kunci : Pengertian dan Manfaat Anggaran, Proses Penyusunan Anggaran