Analisis Spasial Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur (Besar dan Sedang) di Sumatera, Periode 1993 - 1997
Ariusni (pemb : Prof. Dr. Prasetyo Sumono, MA, MBA), Prof. Dr. Prasetyo Sumono, MA, MBA
Tulisan ini menyajikan analisis empiris mengenai penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang di Sumatera yang dipengaruhi oleh indeks spesialisasi, indeks keanekaragaman, biaya tenaga kerja sedangkan tingkat pendidikan tidak mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Sumatera. Berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja, penelitian ini juga mengukur kecenderungan ketimpangan penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang di Dati II di Sumatera.
Data yang digunakan dalam kajian empiris ini merupakan data sekunder dari tahun 1993-1997 yang bersumber dari berbagai terbitan dari Badan Pusat Statistik. Alat analisis yang digunakan adalah indeks spesialisasi, indeks keanekaragaman, analisis regresi dengan data panel serta Indeks Entropy Theil.
Hasil analisis regresi yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang dipengaruhi oleh semua variabel bebasnya kecuali variabel dummy pendidikan tenaga kerja tidak mempengaruhi penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang di Dati II di Sumatera. Variabel indeks spesialisasi, indeks keanekaragaman dan biaya tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang.
Hasil analisis ketimpangan penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang di Propinsi Bengkulu sangat berfluktuasi sedangkan ketimpangan yang cukup rendah terdapat pada Propinsi Lampung. Sumbangan ketimpangan penyerapan tenaga kerja dalam propinsi (Lw) cukup besar terhadap total ketimpangan penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang di Sumatera, dimana rata-rata ketimpangan tersebut dalam peri ode waktu 1993-1997 sebesar 0,5536 lebih besar dibandingkan ketimpangan tenaga keIja industri manufaktur besar dan sedang antar propinsi di Sumatera hanya sebesar 0,2083.
This paper presents an empirical analysis about how far labor absorption in large and medium manufacturing industries were influenced by specialization, diversity, wages and education, although education unsignificant influence on labor absorption in Sumatra. This study also measures labor absorption inequality tendencies among large and medium manufacturing industries in provinces of Sumatra.
The empirical study uses secondary data from many source in BPS data 1993-1997. The study used specialization index, diversity index, Entropy Theil Index, and panel data regression analysis.
The regression findings show that specialization, diversity, wages, except education dummy as independent variables have significant influence on labor absorption among large and medium manufacturing industries in the regencies of Sumatra
It's found that the highest inequality labor absorption among large and medium manufacturing industries is Bengkulu Province, whereas, The lowest inequality labor absorption among large and medium manufacturing industries is Lampung Province, the share of this inequality in labor absorption in Sumatera is high. On average, the share from 1993 to 1997 which 0,5536 is higher than inequality labor absorption between large and medium manufacturing industries among province in Sumatera which is only 0,2083.
Kata Kunci : Specialization index, diversity index, labor, data panel, Entropy Theil Index, : Indeks spesialisasi, indeks keanekaragaman, variabel dummy, tenaga kerja, panel data, indeks ketimpangan Theil