Laporkan Masalah

Pengaruh perubahan nilai tukar rupiah terhadap neraca transaksi berjalan Indonesia, periode 1990.I - 2004.II: kasus Indonesia - Amerika Serikat

Arintoko (Adv.: Dr. Faried Wijaya Mansoer, MA), Dr. Faried Wijaya Mansoer, MA

2013 | Tesis | S2 Economics

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh perubahan nilai tukar rupiah terhadap neraca transaksi berjalan dan gross domestic product (GDP} riil relatif Indonesia terhadap Amerika Serikat (AS). Penelitian ini mengambil periode waktu antara tahun 1990 kuartal pertama sampai dengan tahun 2004 kuartal kedua sebagai periode waktu di bawah sistem nilai tukar fleksibel.

Analisis dalam penelitian ini didasarkan pada teori kurva-J. Pertama, dalam penelitian ini dilakukan uji akar-akar unit, uji kointegrasi dan uji kausalitas Granger" serta mengidentifikasi hubungan antara nilai tukar riil, neraca transaksi berjalan, dan GDP riil. Kedua, penjelasan standar dari teori efek kurva-J mendasari digunakannya model vector autoregression (V AR) dan error correction mechanism (ECM) dalam menganalisis perubahan nilai tukar riil terhadap neraca transaksi berjalan dan GDP riil relatifIndonesia terhadap AS.

Penelitian ini menemukan bukti lemah adanya efek kurva-J pada neraca transaksi berjalan di Indonesia karena hasil-hasil empirik dengan beberapa uji dan model menolak hipotesis kurva-J. Studi empirik ini menemukan sedikit bukti bahwa depresiasi rupiah menyebabkan defisit transaksi berjalan secara bilateral antara Indonesia dengan AS dalam jangka pendek, dan tidak menemukan bukti adanya pengaruh nilai tukar rupiah terhadap neraca transaksi berjalan Indonesia dalam jangka panjang. Hal menarik dari hasil penelitian ini bahwa hasil empirik menunjukkan adanya bukti yang tidak sesuai dengan teori standar kurva-J. Dengan demikian hasil empirik ini merupakan tantangan bagi teori dan kebijakan ekonomi intemasional.

This research investigates the effects of exchange rate change on the relative current account and real GDP in Indonesia to US. This research provides time series evidence for the period of first quarter of 1990 to second quarter of 2004 under flexibel exchange rate regimes.

The analysis is based on a J-Curve theory. First, this research employs unit root, co integration and Granger causality tests and summarizes the relationships between real exchange rate, the current account, and real GDP. Second, the standard theoretical explanation of the J-Curve effect is used to motivate a vector autoregression (V AR) and error correction mechanism (ECM) analysis of real exchange rate change on the relative current account, and real GDP for Indonesia to US.

This research finds weak evidence of a J-Curve for the Indonesia current account, in fact these empirical results reject the J-Curve hypothesis. The empirical study finds little evidence that a currency depreciation causes a current account deficits in the short run in Indonesia-US bilateral data and no evidence of a reliable long run effect of exchange rates on the current account. Interestingly, empirical results show that these evidence are not consistent with the standard theoretical explanation of the J-Curve. Consequently, these empirical results pose a strong challenge for international economic theory and policy.

Kata Kunci : exchange rate change, current account, real GDP, and J-Curve theory, perubahan nilai tulear, transaksi berjalan, GDP riil, dan teori kurva-J


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.