Pengaruh Indikator Ekonomi Makro terhadap Kinerja Bank Studi Kasus 12 Perusahaan Terbuka di Indonesia, 2004-2008
ARIF LUKMAN HAKIM, A. Tony Prasetiantono, Dr., M.Sc.
Indikator ekonomi makro kembali bergejolak pada 2008 dengan adanya krisis subprime mortgage yang terjadi di Amerika Serikat, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Kajian mengenai pengaruh indikator ekonomi makro terhadap kinerja perbankan sangat menarik untuk diuji kembali, terlebih pada saat terjadinya imbas perlambatan ekonomi dunia pada saat penelitian ini dilakukan.
Dengan menggunakan data indikator ekonomi makro dan laporan keuangan 12 bank terbesar di Indonesia selama 2004-2008, studi empiris ini menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi dan suku bunga BI rate secara umum tidak signifikan terhadap variabel kinerja bank. Diduga terdapat faktor lain yang lebih berpengaruh dibalik tingginya laba bank seperti variabel mikro meliputi; fee based income, peningkatan dana murah, dan efisiensi perbankan.
Macroeconomic indicators have fluctuated in 2008 with the subprime mortgage crisis that occurred in the United States, which then spread throughout the world, including Indonesia. Study on effects of macroeconomic indicators on banking performance is very interesting to be tested again, especially when the impact of the global economic slowdown occur at the time of this research.
By using the macroeconomic indicators data and financial reports of 12 largest banks in Indonesia during 2004-2008, this empirical studies show that economic growth and BI rate is not significant to the bank performance variables. Presumably there are other more influential factors behind the high profits banks such as micro variables include; fee-based income, an increase of low cost funds, and banking efficiency.
Kata Kunci : economic growth, BI rate, and banking performance