Konsentrasi Spasial dan Dinamika Pertumbuhan Industri Manufaktur Di Jawa Timur (Studi Kasus Industri Besar dan Sedang, 1994-1999
ARIFIN, ZAINAL (Pembimbing: Mudrajad Kuncoro, Prof. Dr., M.Soc.Sc.), Mudrajad Kuncoro, Prof. Dr., M.Soc.Sc.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifiasi pola konsentrasi spasial industri manufaktur besar dan sedang di 37 kabupaten/kota di Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari BPS dengan periode pengamatan 1994-1999. Alat analisis yang digunakan meliputi; Sistem Informasi Geografis, regresi logistik, regresi dengan data panel dan analisis konvergensi.
Penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan industri di Jawa Timur tidak merata antar daerah. Di beberapa kabupatenikota mengalami kepadatan industri yang tinggi, sementara sebagian yang lain justru mengalami tingkat kepadatan yang rendah. Faktor-faktor penentu pertumbuhan dalam penelitian ini meliputi; lag tenaga kerja (Y(t-1)) yang merupakan tenaga kerja awal periode, biaya tenaga kerja (upah), orientasi ekspor (eskpor), besarnya output (output) indeks persaingan (CI), dummy krisis (DKrisis), dan dummy daerah industri (D1nd).
Pada analisis regresi logistik, penggunaan beberapa variabel penjelas secara signifkan mampu menjelaskan, bahwa industri manufaktur semakin terkonsentrasi di daerah-daerah industr'. Hasil ini juga sejalan pada analisis regresi dengan data panel, bahwa pertumbuhan industri manufaktur memang dipengaruhi penggunaan varia belva ria bel diatas.
Sedangkan pada analisis konvergensi, propinsi Jawa Timur minimal
butuh 6,18% pertahun untuk laju konvergensinya. Penelitian ini menolak studi Dick tentang pembangunan yang berimbang (balanced development) di Jawa Timur. Yang berarti pula bahwa pada saat ini Jawa Timur bukan merupakan propinsi di Indonesia yang paling mendekati bentuk ideal pembangunan berimbang (balanced development).
This research aims to identify spatial concentration of big and medium manufacturing industries throughout 37 municipalities at East Java. It used secondary and establishment data BPS (Indonesia's Central Bureau Statistic) since 1994 until 1999 collected. The tools of anaiysis are Geographic information system, logistic regression, regression using panel data and convergence analysis.
The research showed that the industry growth in East Java was not by equally distributed among regions. Several regions have a high industry concentration, meanwhile some have a low industry concentration. Factors that affect the growth are labor cost (salary), export orientation (export), output, competition index (CI), dummy crisis (DKrisis) and dummy industry (D1nd)
Logistic regression analysis showed that, several variables were significantly explain that manufacturing industry are more concentrated on industrial regions. This result is consistent with regression analysis with panel data which shows that the manufacturing industry growth was influenced by those above variables.
Convergence analysis indicated that, East Java Province should growth at least 6.18% per year for its convergence growth. This research challenges Dick's study regarding the balanced development on East Java. It implies that nowadays, East Java is not a province which best describes the ideal balanced development.
Kata Kunci : konsentrasi spasial industri manufaktur besar, konsentrasi spasial industri manufaktur Sedang, pertumbuhan industry, Industri manufaktur, Economic Growth, development on East Java, ideal balanced development, labor cost (salary), export orientation (expor