Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang Memepengaruhi Produksi dan Pendapatan Petani Lahan Kering(suti Kasus: Desa Rimpak, kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, 2009)

ARIF GUNAWAN PAMUNGKAS, Dr. Soeratno, M.Ec.

2010 | Tesis | S2 Economics

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap jumlah produksi kentang, jagung dan kubis di Desa Rimpak Kec.Sapuran Kab.Wonosobo, Jawa tengah, serta menghitung pendapatan (profit) yang diterima petani selama satu musim tanam dari ketiga komoditas tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai (survey) dengan menggunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel pada daerah penelitian.

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi yang digunakan terhadap produksi, jagung, kentang dan kubis maka digunakan faktor produksi Cobb-Douglas dengan metode OLS (ordinary least square). Dalam analisis regresi linier maka fungsi tersebut ditransformasikan dalam bentuk logaritma naturalUntuk mengetahui ketepatan model regresi yang digunakan dalam penelitian maka dilakukan pengujian statistik serta uji asumsi klasik yang meliputi uji autokorelasi, uji heterokedastisitas, serta uji multikolinearitas.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: pada derajat kepercayaan adalah 0,05 faktor produksi yang signifikan mempengaruhi hasil produksi jagung yaitu luas lahan, pupuk kimia, pupuk kandang dan tenaga kerja. Faktor produksi yang signifikan mempengaruhi hasil produksi kentang yaitu luas lahan, jumlah bibit, pupuk kandang, serta tenaga kerja. Sementara faktor produksi yang signifikan mempengaruhi hasil produksi kubis yaitu jumlah bibit, pupuk kimia serta obat-obatan. Berdasarkan hasil perhitungan pendapatan, diantara usahatani jagung, kubis, dan kentang yang memberikan tingkat keuntungan paling tinggi adalah usahatani kentang dengan keuntungan rata-rata per-petani sebesar Rp.2.221.456. dan rata-rata per-hektar sebesar Rp.3.630.395. Sementara keuntungan rata-rata per-petani usahatani kubis sebesar 1.061.528 dan keuntungan rata-rata per-hektar sebesar Rp.2.039.816. Serta usahatani jagung sebesar Rp.1.230.608,83. dan keuntungan rata-rata per-hektar sebesar Rp.1.713.529. Berdasarkan hal tersebut maka petani jagung dan kubis Desa Rimpak disarankan untuk beralih ke komoditas kentang, karena komoditas kentang memberikan keuntungan yang paling tinggi serta terjaminnya pemasaran dengan adanya pasar khusus kentang di Kabupaten Wonosobo.

This research aims to know influence of production factors toward number of potatoes, maize and cabbage productions in Rimpak Village, Sapuran district, Wonosobo Regency, Central Java province, and also calculate profit which received by farmer during one planting season from third of the commodity. Method which applied in this research is survey method by purposive sampling method to determining sample in research area.

Analyze tools which applied in this research using regression analyze. To know influence usage of production factors which applied toward maize, potato and cabbage production, hence applied by Cobb-Douglas production function with OLS method (ordinary least Square). In linear regression analysis hence the production function be transformed into the logarithm natural.To know accuracy of regression model which applied in this research, Then regression model tested by statistic test and classical assumption which consist of autocorrelation test, Heterokedasticity test, and also Multicolinearitity test.

General conclusion of this Research that at degree of freedom (df) = 0,05, production factors which significan influence maize production is wide of land use, chemical fertilizer, wage of labour and compos. In potato production that is wide of land use, seed, compos, and also wage of labour. While in cabbage production that is amount of seeds, chemical fertilizer and also pesticide. Based on calculation earnings, between maizes farmings, cabbage, and potato which giving highest profit is potato farming with gain of average of per-farmer equal to Rp.2.221.456 and average of per-hectare equal to Rp.3.630.395. While average income per-farmer of cabbage farming equal to 1.061.528 and gain of average of per-hectare equal to Rp.2.039.816. And also maize equal to Rp.1.230.608,83. and average income per-hectare equal to Rp.1.713.529. Based on the research, cabbage and maize farmer in Rimpak village is suggested to change over to potato commodity, because potato commodity give highest gain and also the guarantying marketing with the existence of special market of potato in Sub-Province Wonosobo.

Kata Kunci : OLS Regression, Farm Income, Maize, Potato, Cabbage, Regresi OLS, Pendapatan Usahatani, Jagung, Kentang, Kubis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.