Insentif untuk manipulasi Laba sebagai Syarat Keefektifan Audit yang Berkualitas dalam Mengurangi Manipulasi Akuntansi
ARIE RAHAYU HARIANI, Prof.Dr. Zaki Baridwan M, Sc.
Audit yang lebih berkualitas telah diterima luas, baik secara teoritis dan empiris, sebagai audit yang lebih efektif dalam menghindarkan manipulasi akuntansi daripada yang kurang berkualitas (Becker et al. 1998, Francis et al. 1999, Francis 2004). Namun, asumsi ini mempunyai satu kelemahan logika: asumsi ini memerlukan adanya manipulasi laba terlebih dahulu, padahal perusahaan tidak selalu memanipulasi laba. Kami menemukan bahwa audit yang lebih berkualitas akan menjadi lebih efektif dalam menghindarkan memanipulasi akuntansi daripada yang kurang berkualitas hanya jika insentif manipulasi laba terjadi terlebih dahulu.
Kami menggunakan penghindaran rugi dan penurunan laba (Burgstahler dan Dichev 1997) sebagai insentif dalam paper ini. Hal yang menyedihkan adalah insentif ini mudah ditebak bahkan sebelum audit itu dilaksanakan. Hal ini membawa kita ke sebuah ironi karena kebanyakan perusahaan tidak memiliki insentif untuk memanipulasi laba dan, oleh karenanya, tidak akan berusaha memanipulasi laba namun juga memilih menggunakan audit yang lebih berkualitas dengan kos yang lebih besar yang harus ditanggung tanpa keuntungan ekonomik real apapun kecuali bagi si auditor sendiri.
Higher quality audit is widely accepted, both theoretically and empirically, as more effective in deterring accounting manipulation than the lower one (Becker et al. 1998, Francis et al 1999, Francis 2004). Yet this notion has one major logical flaw (an overgeneralisation): it needs earnings manipulation to be occurred at the first place while this is not likely the case. We found that higher-quality audit would be more effective in deterring accounting manipulation than the lower one only if the earnings manipulation incentive exists at the first place.
We use loss and earnings decrease avoidance (Burghstahler and Dichev 1997) as the incentives in this paper. Sadly, this incentive could be easily seen even before an audit itself were conducted. It brings us an irony, for most firms who have no earnings manipulation incentives and thus have no attempt to manipulate earnings, a higher quality audit with higher cost embeded in it actually gives no real economic advantage to anybody except the auditor itself.
Kata Kunci : Audit Quality, Earnings Decrease and Loss Avoidance, Earnings Manipulation, Kualitas audit