Laporkan Masalah

Evaluasi Kawasan Pertumbuhan Melalui Kajian Sektoral Dan Spasial Antar Kecamatan Di Kabupaten Tanggerang , 2000-2001

Arie Bayu Yudishtira (Pembimbing : Mudrajad Kuncoro, Dr., M.Soc.,Sc.), Mudrajad Kuncoro, Dr., M.Soc.,Sc.

2016 | Skripsi | S2 MEP

Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengetahui pola dan struktur pertumbuhan ekonomi dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Tangerang. Kedua untuk menganalisis sektor unggulan sebagai penggerak perekonomian pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Tangerang. Ketiga untuk mengetahui spesialisasi antarwilayah di kawasan pertumbuhan, antarwilayah kawasan pertumbuhan dengan kawasan bukan pertumbuhan, serta antarwilayah kawasan bukan pertumbuhan. Keempat untuk mengetahui peranan sejumlah predictor dalam penetapan kecamatan pusat pertumbuhan di Kabupaten Tangerang.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data sekunder yang bersumber dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masing masing kecamatan di Kabupaten Tangerang tahun 2000-2001. Data tersebut diperoleh dari Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang.

Hasil analisis tipologi daerah menunjukkan bahwa dari tiga kecamatan yang ditetapkan sebagai kecamatan pusat pertumbuhan di Kabupaten Tangerang hanya Kecamatan Serpong, dan Kecamatan Cikupa yang berada pada daerah cepat maju dan cepat tumbuh. Untuk Kecamatan Tigaraksa merupakan daerah maju tapi tertekan.

Hasil analisis sektor unggulan berdasarkan Static Location Quotient dan Dynamic Location Quotient menunjukkan bahwa seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang memiliki keunggulan pada sektor perekonomiannya, hanya empat kecamatan pada kelompok kecamatan bukan pusat pertumbuhan yang tidak memiliki keunggulan pada sektor perekonomiannya. Selain itu terdapat sebelas kecamatan yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai kawasan pertanian di Kabupaten Tangerang. Penetapan kawasan pusat pertumbuhan berdasarkan persyaratan sektor unggulan dapat dipandang tepat.

Hasil perhitungan indeks spesialisasi menunjukkan bahwa seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang masih belum memiliki tingkat spesialisasi yang tinggi. Indeks spesialisasi antardaerah di kawasan pertumbuhan, menunjukkan belum adanya spesialisasi suatu sektor dari masing-masing kecamatan yang ditetapkan sebagai kawasan pertumbuhan. Hal ini menunjukkan tingkat spesialisasi yang dimiliki bukanlah sebuah jaminan suatu daerah ditetapkan sebagai kawasan pertumbuhan.

Hasil analisis diskriminan menggunakan enam variabel yaitu populasi, PDRB per kapita, laju pertumbuhan ekonomi, Static Location Quotient, Dynamic Location Quotient, dan indeks spesialisasi daerah yang menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan kecamatan sebagai pusat pertumbuhan di Kabupaten Tangerang, PDRB per kapita merupakan prediktor terbaik kemudian SLQ, DLQ, laju pertumbuhan ekonomi, SI, dan populasi. Koefisien dari masingmasing variabel menunjukkan tanda yang positif, yang mengandung arti bahwa semakin besar nilainya maka semakin besar probabilita daerah tersebut menjadi kawasan pertumbuhan. Keenam variabel tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penetapan kecamatan pusat pertumbuhan di Kabupaten Tangerang.




The objectives of this research were firstly to know the pattern and economic growth structure from each subdistrict in Tangerang Regency. Secondly, to analyse the respective superior sector as economics activator of each subdistrict in Tangerang Regency. Thirdly, to know the inter regional specialization level in the growth area, inter-regional of growth area with non growth area and also inter-regional of non growth area. Fourthly to know the role of a number of predictor in subdistrict stipulating center growth in Tangerang Regency.

The data applied in the research was in the form of secondary data taken source from Gross Regional Domestic Product (GRDP) of each subdistrict in Tangerang Regency the year of 1993 1999. the data obtained from the Statistical Central Board (BPS) of Tangerang Regency.

The result of analysis of tipologi area indicate that from three subdistrict specified as subdistrict center growth in Tangerang Regency only Serpong Subdistrict, and Cikupa Subdistrict which be at the area quickly go forward and quickly grow. While Tigaraksa Subdistrict represent the area go forward but depressed.

The result of the respective superior sector analysis pursuant to Static Location Quotient and Dynamic Location Quotient indicate that entire subdistrict in Tangerang Regency own the excellence of its economics sector, only four subdistrict at subdistrict group of non growth center which not own the excellence of its economics sector. Others there are eleven very subdistrict suited for made as agriculture area in Tangerang Regency. Stipulating of growth area pursuant to respective superior sector conditions can be looked into precisely.

The result of calculation make an the inter-regional specialization level indicate that entire subdistrict in Tangerang Regency still not yet owned the high specialization storey level. Make an the inter-regional specialization level in growth area, showing not yet the existence of specialization any sector from each subdistrict specified as growth area. This matter show the specialization storey level owned is not a guarantee of area specified as growth area.

The result of analysis discriminant use six variable that is population, PDRB per kapita, economic growth rate, Static Location Quotient, Dynamic Location Quotient, and make an index to the area specialization becoming consideration in subdistrict stipulating as growth center in Tangerang Regency, PDRB per kapita represent the best predictor later; then SLQ, DLQ, economic growth rate, index specialization, and population. Coefficient from each variable show the sign which are positive, meaningful that ever greater of its value is ever greater hence the probability area become the growth area. Sixth of the variable can be made by consideration in subdistrict stipulating center growth in Tangerang Regency.

Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Struktur pertumbuhan ekonomi, Pola pertumbuhan Ekonomi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.