Analisis Permintaan Konsumen pada Bahan Bakar Minyak Jenis Premium tahun 2000 sampai tahun 2005
Aribowo, Twinto Budi, Dr. Catur Sugiyanto, M.A.
2008 | Skripsi | S1 EconomicsEnergi merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Salah satu energi yang kita butuhkan adalah energi bahan bakar. Kita membutuhkan bahan bakar untuk menjalankan mesin yang digunakan untuk kebutuhan transpurtasi, aktivitas industri atau juga untuk menghasilkan tenaga listrik. Dalam penelitian ini dipelajari permintaan bahan bakar jenis Premium untuk keperluan trasnportasi di 26 propinsi di Indonesia. Variabel independen yang digunakan antara lain : harga bbm Premium, jumlah sepeda motor, jumlah penduduk, dan PDRB tiap propinsi. Dari penelitian ini, kita dapat mengetahui bagaimana permintaan bbm Premium berubah oleh perubahan harganya. Penelitian ini menggunakan metode data panel untuk menganalisa model. Sebagai hasilnya, lima propinsi terbesar memiliki intersep yang berbeda antara satu dengan yang lain. Penelitian ini memberikan hasil yang menunjukkan bahwa harga bbm Premium bersifat inelastis terhadap jumlah bbm Premium yang diminta, ini berarti bahwa kenaikan 15 harga bbm Premium hanya akan mengurangi jumlah bbm Premium yang diminta sebesar kurang dari 1%. Meskipun elastisitasnya bersifat inelastis, kebijakan penetapan harga akan membawa perbedaan yang cukup besar pada beban subsidi yang ditanggung pemerintah. Subsidi tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah yang diminta, tetapi juga terkait dengan perbedaan harga antara harga dunia dengan patokan harga domestik. Kata kunci : bbm premium, permintaan, inelastis, subsidi
Energy is a basic need for the human. One of the energy we need is the fuel. We need fuel to run the engine that can be used for transportation, industrial activities or to produce the electricity. In this research, we study the demand for the Premium fuel for transportation in 26 provinces in Indonesia. The independent variables will be: the Premium fuel price, amount of the motorbike, amount of population and Regional GDP. From this study, we can know how the demand for Premium will be changed by the change of its price. This research use panel data to analyze the model. As the result, five biggest provinces will have different intercept, one to the other. This research shows that the Premium price has inelastic elasticity to the demand of Premium, it means that the increase of 1% price will only reduce less than 1% to its demand. Even though it has an inelastic characteristic, the price still brings a lot of difference to the subsidy by the government. The subsidy not only related to the demand, but also related to the price gap between the world price and the domestic price. Keyword : premium fuel, demand, inelastic elasticity, subsidy.
Kata Kunci : Permintaan Konsumen; Konsumsi BBM; Premium