Indeks kondisi moneter sebagai indikator untuk melihat pengaruh kebijakan moneter terhadap nisbah antara pinjaman dengan dana pihak ketiga dan pinjaman yang tidak berkinerja
Arianingrum, Yulia (Adv.: Prof. Dr. Insukindro, MA),
2013 | Skripsi | S1 Economics
Indikator diperlukan dalam mengimplementasikan kebijakan moneter, untuk mengamati dampak kebijakan yang diambil terhadap sasaran yang ingin dicapai. Dalam perekonomian terbuka dan kebijakan nilai tukar yang semakin fleksibel, keterkaitan antara suku bunga dan nilai tukar semakin erat. Oleh
karena itu, IKM digunakan sebagai indikator yang mampu mengakomodasi suku bunga dan nilai tukar secara bersama - sarna. Akibat krisis 1997/1998, perekonomian buruk, kebijakan moneter yang diterapkan ketat, sehingga fungsi intermediasi perbankan lumpuh, yang dapat dilihat dari LDR yang rendah dan NPL yang tinggi. Menurut teori, kebijakan moneter yang ketat dapat digunakan untuk mengatasi inflasi, dan memberikan
dampak positif bagi neraca pembayaran. Di sisi lain, kebijakan ini akan mengganggu fungsi intermediasi perbankan, dan nantinya akan berdampak pada sektor riil. Dengan adanya fenomena ini maka hubungan antara kebijakan moneter dan kesehatan fungsi intermediasi perbankan perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan
moneter yang diwakili oleh IKM terhadap LDRdan NPL. Dalam hal ini diduga IKM mempunyai hubungan negatif dengan LDR, dan mempunyai hubungan positif dengan NPL. Data yang digunakan adalah data data sekunder. Data kuartalan dari kuartal pertama tahun 2000 sampai dengan kuartal ke dua tahun 2006
digunakan untuk mencari bobot dalam penghitungan IKM. Data bulanan dari bulan Januari 2000 sampai dengan bulan Agustus tahun 2006 digunakan untuk menganalisis pengaruh IKM terhadap LDR dan NPL. Langkah awal dari analisis data adalah uji stasionaritas dan kointegrasi, dan dilanjutkan pembentukan model dinamis. Model dinamis yang digunakan adalah model koreksi kesalahan baku (ECMbaku). Dari hasil analisis diperoleh bahwa kebijakan moneter yang diwakili oleh IKM dalam jangka pendek hanya mempengaruhi NPL, dan berpengaruh positif. Dalam jangka panjang IKM berpengaruh terhadap LDR dan NPL. IKM berpengaruh negative terhadap LDR, dan berpengaruh positifterhadap NPL. Dalam rangka menciptakan stabilitas perekonomian dan kesehatan fungsi intermediasi perbankan, sebaiknya kebijakan moneter yang diterapkan tidak terlalu ketat agar tidak menganggu fungsi intermediasi perbankan, namun dapat menciptakan kestabilan perekonomian. Selain itu perlu diterapkan kebijakan lain yang bisa mendorong kredit.
Kata Kunci : Intermediasi Perbankan, Kebijakan Moneter, LDR, MPL, IKM,