Pengkajian Faktor-Faktor Yang Menentukan Pemberian Kredit dan Implikasinya terhadap Terjadinya Kredit Bermasalah: Studi Kasus PT. Bank X.
ANWAR, ALDI (Adv.: Boyke Rudi Purnomo, S.E., M.M.), Boyke Rudi Purnomo, S.E., M.M.
Bank merupakan lembaga yang berperan dalam proses intermediasi untuk mendorong penyaluran kredit yang berasal dari dana pihak ketiga masyarakat untuk mendukung pembangunan ekonomi. Dalam pengelolaan portfolio kredit yang dimiliki harus dilakukan pengelolaan risiko atas portofolio yang dimiliki seiring dengan target –target bisnis yang telah ditetapkan. Dalam pengelolaan risiko dikenal konsep tradisional yang konsep 5 C dalam kredit (Five C’s of Credit)
Risiko yang muncul atas pemberian kredit, adalah munculnya kredit bermasalah (Non Performing Loan). Kredit bermasalah ini bisa disebabkan oleh factor internal maupun eksternal nasabah. Salah satu kaitannya dengan aspek internal adalah identifikasi potensi nasabah menjadi bermasalah melalui proses pemberian kredit.
Beberapa studi terdahulu telah meneliti aspek determinan pemberian kredit serta faktor yang mempengaruhi kredit bermasalah. Untuk menjawab kebutuhan lebih jauh manajemen bank, khususnya di bank X dalam pengelolaan risiko kredit sekaligus sebagai lesson learned kondisi kualitas kredit periode lalu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap NPL perlu kiranya dilakukan penelitian empiris mengenai relevansi faktor-faktor pemberian kredit dan kejadian NPL atau kualitas kredit. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang menentukan pemberian kredit, dalam implikasinya terhadap kredit bermasalah, difokuskan pada tujuan mengetahui faktor-faktor mana yang dipergunakan dalam proses pemberian kredit cenderung mempengaruhi potensi terjadinya kredit bermasalah. Penelitian ini dilakukan dengan obyek penelitian di Bank X, Kantor Cabang Y.
Dengan sampel adalah seluruh populasi yang ada dalam obyek penelitian. Faktor – faktor yang diteliti meliputi : kemampuan membayar hutang, rasio modal, current ratio, hubungan karyawan, sejarah hubungan bank, pengalaman usaha, prospek usaha, kualitas produk atau posisi pasar, pengecekan kredit, dan kualitas agunan yang diberikan. Penelitian dilakukan dengan variabel dependen adalah kualitas kredit. Analisis dilakukan dengan metode regresi logistik untuk menentukan pengaruh faktor-faktor yang dipergunakan, terhadap potensi terjadinya kredit bermasalah. Dari hasil analisis data dan kesimpulan diperoleh 4 faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap potensi terjadinya kredit bermasalah yakni : kemampuan membayar hutang, sejarah hubungan bank, prospek usaha yang dibiayai, serta kualitas agunan yeng diberikan. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan informasi serta tolak ukur untuk pengelolaan portofolio kredit yang lebih baik. Kata
Bank is financial intermediary institution, lend third party fund in a credit facility to promote nation economic growth. One of credit risk is arise of non performing loan, non performing loan can be determined by internal bank or external bank factors, one of internal aspects is customer identification through credit analysis process.
Credit risk management is the way, to have a good and optimum credit portfolio. One of traditional concept that today bank still used is Five CÂ’s of credit. revious studies have observed determinant of credit rationing, and credit quality. In order to complete needs of bank management, especially in bank X as an object in credit risk management, this study is needed to analyze empirically risk factors related to credit quality.
This study,analyze factors used in credit analysis process, in order to find which factors that significantly influence arise of non performing loan. The object of this study is Bank X, branch office Y. Risk factors or independent variables are debt service coverage, equity ratio, current ratio, employee relation, bank relation history, experience, business prospect, product quality or market position, trade checking, collateral coverage and quality. Dependent variable of this study is credit quality, to determine significant factors, analysis
has been done using logistic regression model.
From analysis result founded four (4) factors that significantly related to arise of non performing loan : debt service coverage, bank relation history, business prospect, collateral coverage and quality. Study result hopefully can be implemented in credit risk management process as an information to have a good business portfolio
Kata Kunci : credit quality, risk factors, Five CÂ’s of credit, kualitas kredit, faktor-faktor risiko, konsep 5 C.