Laporkan Masalah

Analisis Ketimpangan Penyerapan Tenaga Kerja antara Wilayah Administrasi Industri Besar dan Sedang Manufaktur (studi Kasus di Propinsi Jawa Tengah, 1980-1999)

Anwani (Pembimbing:Prasetyo Supono, Prof., Dr., M.B.A., M.A.), Prasetyo Supono, Prof., Dr., M.B.A., M.A.)

2012 | Tesis | S2 Economics

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kecenderungan ketimpangan penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang di Propinsi Jawa Tengah. Kecuali itu juga ingin mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang di Dati IT Jawa Tengah.

Data yang digunakan adalah data sekunder, bersumber dari data survei industri yang diterbitkan oleh BPS tahun 1990-1999, Jawa Tengah Dalam Angka dan Selayang Pandang Jawa Tengah yang diterbitkan oleh BPS Jawa Tengah tahun 1980-1999. Alat analisis yng digunakan adalah Indeks Entropi Theil dengan memperhatikan jumlah penduduk dan analisis regresi dengan data panel.

Hasil analisis menunjukkan, bahwa ketimpangan penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang di wilayah administrasi Semarang mengalami fluktuasi yang paling tinggi, wilayah administrasi yang paling rendah fluktuasinya adalah wilayah administrasi Banyumas. Sumbangan ketimpangan penyerapan tenaga kerja industri dalamwilayah administrasi (L W) cukup besar terhadap total ketimpangan penyerapan tenga

kerja industri manufaktur besar dan di Jawa Tenah, dimana rata-rata sumbangan selama kurun waktu 1980-199 sebesar 74,554%.

Analisis regresi dengan data panel menunjukkan, bahwa penyerapan tenga tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang dipengaruhi oleh semua variable independennya. Variabel investasi asing langsung , tingkat upah dan nilai tambah mempunyai pengaruh yang positip dan signifikan. Variabel pengeluaran pembangunan dan pendapatan perkapita mempunyai pengaruh yang positip dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Dummy industri mempunyai pengaruh yang posistip tehadap penterapan tenaga kerja indusri manufaktur besar dan sedang di Dati IT Jawa Tengah. Namun untuk dummy Krisis mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang.

The purpose of the study is to measure labor absorption inequality tendencies between large and medium scale manufacturing industries in Central Java. Furthermore,this study would like to find what factors influencer in labor absorption in those industries The study uses secondary data from BPS data survey 1990-1999: Central Java a glance by BPS from 1980 to 1999. The study used Entropy Theil Index, which is including number of population and using panel data regression analysis.

The findings on the highest inequality labor absorption between large and medium scale manufacturing industry is in Semarang County. Where as, the lowest inequality labor

absorption between large and medium scale manufacturing industry is in Banyumas County. The share of this inequality in labor absorption in Central Java is high. On average, the share from 1980 to 1999 is 74.55%.

The data panel regression shows that independent variables such as foreign direct investment, wage rate and value added have positive and significant influence on labor absorption in large and medium scale manufacturing industry. In addition, other variables such as disbursement for development and income per capita also have positive and significant influence on labor absorption. The industrial dummy has positive and significant influence on labor absorption. However, the crisis dummy has negative and significant influence on labor absorption.

Kata Kunci : Tenaga kerja,Labor,industri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.