Pengaruh karakteristik lokal terhadap Tingkat kemiskinan daerah - daerah di Indonesia: 1999 - 2004
Anton Andriaan Laillosa (Promotor:Prof. Dr. Prasetyo Soepono, M.B.A., M.A), Prof. Dr. Prasetyo Soepono, M.B.A., M.A
2007 | Disertasi | S3 Economics
Penelitian ini menganalisis tentang karakteristik-karakteristjk lokal apa saja yang mempengaruhi tingkat kemiskinan dan perbedaan tingkat kemiskinan di Indonesia pada periode 1999 - 2004 dengan menggunakan data sekunder tingkat provinsi. Karakteristik lokal ini mencakup aspek historis, struktur spasial, ekonomi, kelembagaan dan demografi. Analisis factor pembeda kemiskinan antar wilayah juga dilakukan dalam penelitian ini. Tidak seperti beberapa penelitian sebelumnya, penelitian ini turut memasukkan variable historis dan struktur spasial ke dalam model yang dibangun dengan jalan menilai keberadaan state depen ence untuk menjelaskan aspek historis dan rasio kota untuk menilai struktur spasial. Akibat dari dimasukkannya variabel historis maka analisis dilakukan dengan menggunakan regresi panel data dinamik yang melibatkan tenggat variabel terikat. Estimator Blundell and Bond (1998) atau Systemt GMM (SYS GMM) digunakan untuk mengatasi beberapa masalah ekonometris yang timbul . Temuan yang diperoleh adalah tingkat kemiskinan di Indonesia dipengaruhi oleh karakteristik historis, struktur spasial,ekonomi, kelembagaan , dan demografi. Ditemukan pula bahwa terdapat ketidakmerataan tingkat kemiskinan secara geografis yang mengindikasikan keberadaan pola pusat pinggiran . Temuan dalam penelitian ini bukan saja menawarkan strategi penurunan kemiskinan dalam hal jumlah masyarakat miskin namun juga bagaimana memperbaiki distribusi spasial tingkat kemiskinan antardaerah. Ditemukan bahwa penurunan tingkat kemiskinan dapat dilakukan dengan memadukan berbagai kebijakan seperti meningkatkan produktivitas pertanian, melakukan transformasi struktur ekonomi, dan meningkatkan sumber daya manusia: yang melek huruf.- Kebijakan berbasis kewilayahan di sektor industri dengan Jalan mendorong industri ke daerah-daerah miskin akan dapat memperkecil kesenjangan antar wilayah. Pencegahan peningkatan kesenjangan antarwilayah dapat juga dilakukan dengan menjaga stabilitas inflasi.Terdapat pula beberapa hal yang berpotensi untuk menurunkan kemiskinan dalam jumlah yang berarti jika dilakukan beberapa perbaikan. Peran perbankan dalam upaya penurunan kemiskinan dapat dilakukan dengan meningkatkan keterkaitan antara perbankan dan kebutuhan sumber daya keuangan masyarakat miskin strategi pembangunan kutub-kutub pertumbuhan melalui konsentrasi pembangunan pada kota-kota utama di setiap provinsi akan dapat menimbulkan dampak penurunan ataupun_peningkatan tingkat kemiskinan tergantung pada tingkatan tahapan pembangunan suatu daerah. Peningkatan keterkaitan desa kota ataupun mengintensifkan pembangunan berbasis pedesaan dapat meningkatkan fungsi-fungsi desa dan kota dalam upaya penurunan tingkat kemiskinan.
This research analyzes local characteristics influencing poverty level and different poverty levels in Indonesia in 1999-2004 using provincial secondary data. The local characteristics include historical, spatial structure, economical, institutional and demographic aspects. Analysis of differential factor of poverty among regions was also done in this research. Unlike some previous researches, this research includes some historical and spatial structure variables into model formulated by assessing existence of spatial structure. Due to inclusion of historical variable, analysis has been done using dynamic data panel regression involving dependent variable lag. Blundell and Bond (1988)'s Estimator or System GMM (SYS GMM) was used to deal with some econometric problems. Findings indicate that poverty level in Indonesian was influenced by historical, spatial structure, economic, institutional and demographic characteristics. In addition, there was geographical inequaility in poverty indicating existence of central-periphery pattern. Findings in this research not only offered a strategy for reducing poverty but also way to improve interregional spatial distribution of poverty level. It is found that an increase in poverty level can be done by integrating various policies such as improving agricultural productivity, doing economic transformation structure, and improving human resource. Region-based policy in industrial sector by promoting industry to poor region will reduce interregional disparity. Preventing rise in interregional disparity can also be done by keeping inflation stable. There are some other things that have potential to decrease poverty significantly if improvements are made. Role of banking in reducing poverty may be done by increase association of bank and the poor's need for financial resource. Development strategy of growth poles through concentration of development in main town in each province will induce impact of decrease and increase in poverty level that depend on development stage of a region. Improving rural-urban link or intensifying rural-based development can improve urban and rural functions in reducing poverty level.
Kata Kunci : kemiskinan,karakteristik lokal