Analisis Signifikasi Perbedaan Frekuensi Perdagangan antara Portofolio Saham Optimal dan Non Optimal: studi Kasus Pada Saham-Saham Pefindo25 Di Bursa Efek Indonesia
ANNISA MEILIDA (Pembimbing: Marwan Asri, Prof., M.B.A., Ph.D.), Marwan Asri, Prof., M.B.A., Ph.D.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis, apakah terdapat perbedaan rata-rata frekuensi perdagangan saham yang masuk kedalam portofolio saham optimal dengan rata-rata frekuensi perdagangan saham yang tidak termasuk kedalam portofolio saham optimal (non optimal). Investor dihadapkan pada dua hal yaitu tingkat pengembalian (return) dan resiko. Investasi di pasar modal menjadi pilihan di kalangan investor, karena menjanjikan tingkat return yang tinggi. Untuk itulah sebagai seorang investor hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah bagaimana investasi dapat menghasilkan return optimal pada tingkat risiko yang minimal. Maka para investor meminimalkan risiko yang mereka tanggung dengan melakukan diversifikasi, diversifikasi dapat diwujudkan dengan cara mengkombinasikan berbagai sekuritas dalam investasi, dengan kata lain mereka membentuk portofolio. Metode analisis Model Indeks Tunggal dapat digunakan dalam menentukan saham-saham yang membentuk portofolio yang optimal serta proporsinya. Penelitian ini mengambil sampel pada indeks PEFINDO25 pada periode 18 Mei 2009-Juli 2009.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 19 saham yang mempunyai nilai ERB > C yang berarti saham tersebut masuk dalam portofolio optimal, dan 6 saham yang mempunyai nilai ERB < C yang berarti saham tersebut tidak termasuk dalam portofolio optimal. Sedangkan dalam pengujian hipotesis menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara frekuensi rata-rata perdagangan saham yang termasuk dalam portofolio optimal dengan frekuensi rata-rata perdagangan saham yang tidak termasuk dalam portofolio optimal.
This research aimed to test and analysed, whether or not there is a difference between average stock trading frequency that counted as optimal stock portfolio with average stock trading frequency that is excluded on optimal stock portfolio (non-optimal). Investors encounters with returns and risks. Investor chooses to to investing in trade market, since it seems promising with high return rates. Therefore, the most important thing to watch closely as an investor is how investation could generate optimal return at minimal risk. Then, the investor does diversification to minimalize risk they would encounter. Diversification can be done with combining every securities in investation, in other word, they shaped a portfolio. Singel Index Analysis Model Method could be use to distinguish stocks that formed optimal portfolio with its proportion. This research took samples from PEFINDO25s index within period of May 18-July 2009.
The result of this research shows that there are 19 stocks have ERB >C value that indicates the stocks counted as optimal portfolio and 6 stocks have ERB < C value that indicates the stocks are not counted as optimal portfolio. Meanwhile, hypothesis assesment showed that there is no significant difference between average stock trading frequency that counted as optimal stock portfolio with average stock trading frequency that is excluded on optimal stock portfolio (non-optimal).
Kata Kunci : stock portfolio, ERB, cut off rate (C)