Pengaruh Kualitas Audit Pada Persepsi Investor Terhadap Kinerja Perusahaan yang Memiliki Insentif Manipulasi Laba (studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012)
ANITASARI, DIANINGTYAS (Adv.: Abdul Halim, Prof. Dr., M.B.A.), Abdul Halim, Prof. Dr., M.B.A.
Penelitian ini menyelidiki hubungan antara audit yang berkualitas, insentif manipulasi laba dan persepsi investor. Sesuai dengan penelitian sebelumnya (Teoh dan Wong, 1993; Becker dkk, 1998;dan Hariani, 2009), kami mengasumsikan bahwa kualitas audit KAP Big 4 lebih tinggi daripada kualitas audit KAP non-Big 4. Untuk insentif manipulasi laba, kami merujuk pada penelitian Burgstahler dan Dichev (1997), yaitu dengan menggunakan penghindaran rugi atau penurunan laba. Insentif manipulasi laba lebih kami pilih daripada manipulasi laba itu sendiri karena berdasarkan penelitian sebelumnya (Hariani, 2009), insentif ini dapat diprediksi dengan mudah bahkan sebelum audit dilaksanakan. Selain itu, dengan menggunakan ukuran insentif manipulasi laba, manfaat dari audit yang berkualitas dapat dirasakan sebelum manipulasi laba terjadi. Dengan menggunakan price to book value dan market capitalization sebagai ukuran dari persepsi investor, penelitian ini berhasil menemukan adanya perbedaan persepsi investor terhadap kinerja perusahaan yang memiliki insentif manipulasi laba dan kinerja perusahaan yang tidak memiliki insentif manipulasi laba. Penelitian ini juga menemukan bahwa audit yang berkualitas dapat meningkatkan persepsi investor terhadap kinerja perusahaan yang memiliki insentif manipulasi laba. Hal ini menunjukkan bahwa audit yang berkualitas dapat memberi nilai lebih bagi perusahaan di mata investor, terutama bagi perusahaan yang memiliki insentif manipulasi laba.
This study investigated the relationship between audit quality, earnings management incentives and investor perceptions. Consistent with prior research (Teoh and Wong, 1993; Becker et al, 1998; and Hariani, 2009), we assume that Big 4 auditors have higher audit quality than non-Big 4 auditors. For earnings management incentives, we use earnings management to avoid losses and earnings decrease that documented in Burgstahler and Dichev (1997). We studied more in earnings management incentives than earnings management itself because as based on previous studies (Hariani, 2009), these incentives can be predicted easily even before the audit implemented. In addition, by using earnings management incentives, the benefits of audit quality can be felt before the earnings management occurs. By using price-to-book value and market capitalization as a measure of investor perceptions, we find that investor have a higher perception on performance of companies that have no earnings management incentives than on the performance of companies that have earnings management incentives. We also find that audit quality may increase investor perception of the performance of companies that have earnings management incentives. This suggests that the better audit quality can add the company value in the investorsÂ’ eyes, especially for companies that have earnings management incentives.
Kata Kunci : Audit Quality, Earnings Management Incentives, Investor Perceptions, Loss and Earnings Decrease Avoidance, Kualitas Audit, Insentif Manipulasi Laba, Persepsi Investor, Penghindaran Rugi dan Penurunan Laba.