Laporkan Masalah

Analisis kinerja keuangan studi kasus: Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia periode 2000-2004

Ani, Desi Dwi Putri (Adv.: Zuni Barokah, SE.,M.Com.,Ak), Zuni Barokah, SE.,M.Com.,Ak

2013 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan di masa lalu seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja di masa depan. Kinerja itu sendiri dapat diukur dengan menganalisis dan mengevaluasi laporan keuangan perusahaan. Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia yang memberikan layanan jasa keuangan juga dapat dinilai kinerjanya berdasarkan laporan keuangan yang dibuat oleh pihak manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja keuangan Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia periode 2000-2004, dan akan dibandingkan dengan rasio industri perbankan konvensional dalam periode yang sarna. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah common size analysis, trend analysis, dan ratio analysis. Dalam ratio analysis digunakan tiga aspek yaitu aspek likuiditas (quick ratio, loan to deposit ratio, loan to asset ratio), aspek solvabilitas(capital adequacy rasio, equity to asset ratio, equity to loan ratio), dan aspek rentabilitas (return on asset ratio, return on equity ratio, dan gross profit margin). Hasil dari common size analysis menunjukkan bahwa komposisi pembiayaan terhadap total aktiva dan komposisi pendanaan terhadap total pasiva BSM dan BMI terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan bahwa kedua bank semakin bertambah besar dari tahun ke tahun. Kemudian dari trend analysis diperoleh hasil bahwa neraea dan laba rugi BSM dan BMI memiliki trend yang terus meningkat, baik dari segi pembiayaan (mudharabah, musyarakah, murabah), pendanaan (Giro wadiah, investasi tidak terikat, dll), dan laba operasional. Ini menunjukkan semakin bertambahnya minat dan kepereayaan masyarakat pada bank syariah. Kemudian dari perhitungan ratio analysis, pada aspek likuiditas BSM dan BMI eukup likuid dan memiliki tingkat pertumbuhan likuiditas yang lebih tinggi dari bank konvensional. Pada aspek solvabilitas, BSM dan BMI mempunya rasio yang positif setiap tahunnya dan mempunyai CAR lebih besar dari persyaratan Bank Indonesia. Sedangkan pada aspek rentabilitas menunjukkan bahwa BSM dan BMI seeara rata-rata memiliki perkembangan laba yang lebih baik dari bank konvensional. Dari analisis tersebut diperoleh 2 kesimpulan yaitu, (1) pertumbuhan kinerja keuangan BSM pada tahun 2000-2004 lebih baik dari BMI; (2) kinerja keuangan BSM dan BMI dari perhitungan rasio keuangannya seeara umum lebih baik dari rasio keuangan rata-rata bank konvensional. Kata kunei: Kinerja keuangan, common size analysis, trend analysis, ratio analysisInformasi posisi keuangan dan kinerja keuangan di masa lalu seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja di masa depan. Kinerja itu sendiri dapat diukur dengan menganalisis dan mengevaluasi laporan keuangan perusahaan. Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia yang memberikan layanan jasa keuangan juga dapat dinilai kinerjanya berdasarkan laporan keuangan yang dibuat oleh pihak manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja keuangan Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia periode 2000-2004, dan akan dibandingkan dengan rasio industri perbankan konvensional dalam periode yang sarna. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah common size analysis, trend analysis, dan ratio analysis. Dalam ratio analysis digunakan tiga aspek yaitu aspek likuiditas (quick ratio, loan to deposit ratio, loan to asset ratio), aspek solvabilitas(capital adequacy rasio, equity to asset ratio, equity to loan ratio), dan aspek rentabilitas (return on asset ratio, return on equity ratio, dan gross profit margin). Hasil dari common size analysis menunjukkan bahwa komposisi pembiayaan terhadap total aktiva dan komposisi pendanaan terhadap total pasiva BSM dan BMI terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan bahwa kedua bank semakin bertambah besar dari tahun ke tahun. Kemudian dari trend analysis diperoleh hasil bahwa neraea dan laba rugi BSM dan BMI memiliki trend yang terus meningkat, baik dari segi pembiayaan (mudharabah, musyarakah, murabah), pendanaan (Giro wadiah, investasi tidak terikat, dll), dan laba operasional. Ini menunjukkan semakin bertambahnya minat dan kepereayaan masyarakat pada bank syariah. Kemudian dari perhitungan ratio analysis, pada aspek likuiditas BSM dan BMI eukup likuid dan memiliki tingkat pertumbuhan likuiditas yang lebih tinggi dari bank konvensional. Pada aspek solvabilitas, BSM dan BMI mempunya rasio yang positif setiap tahunnya dan mempunyai CAR lebih besar dari persyaratan Bank Indonesia. Sedangkan pada aspek rentabilitas menunjukkan bahwa BSM dan BMI seeara rata-rata memiliki perkembangan laba yang lebih baik dari bank konvensional. Dari analisis tersebut diperoleh 2 kesimpulan yaitu, (1) pertumbuhan kinerja keuangan BSM pada tahun 2000-2004 lebih baik dari BMI; (2) kinerja keuangan BSM dan BMI dari perhitungan rasio keuangannya seeara umum lebih baik dari rasio keuangan rata-rata bank konvensional.

Kata Kunci : Kinerja keuangan, common size analysis, trend analysis, ratio analysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.