Laporkan Masalah

Kawasan andalan Joglosemar: peta konsentrasi industri manufaktur dan prospeknya periode 1980-2000

Anggraini, Silvy (pembimbing: Dr. Moedrajad Kuncoro, M.Soc., Sc), Dr. Moedrajad Kuncoro, M.Soc., Sc

2005 | Tesis | S2 MEP

Beberapa studi telah menemukan bahwa konsentrasi industri dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Hal tersebut yang melatar belakangi pemerintah daerah Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta bekerjasama untuk menetapkan kawasan andalan Joglosemar sebagai penggerak perekonomian wilayah dan mempersempit kesenjangan antar wilayah. Sejak ditetapkannya kawasan tersebut pada tahun 1987 hingga saat ini terkesan masih sebatas wacana dan belum dikembangan secara serius.



Dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG), studi ini berusaha mengidentifikasi apakah daerah-daerah industri di Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta cenderung berlokasi dan terkonsentrasi di kawasan andalan Joglosemar atau di luar kawasan tersebut; dan dengan mengunakan indeks theil studi ini berusaha melihat tingkat kesenjangan spasial IBM di Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta sebelum dan sesudah adanya penetapan kawasan andalan Joglosemar. Studi ini juga menguji apakah faktor-faktor lokasi seperti : tenaga terampil, upah, pasar domestik, sewa tanah, infrastruktur, spesialisasi daerah dan struktur pasar dapat membedakan antara kawasan andalan Joglosemar dengan kawasan non Joglosemar.



Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 1980 - 2000, konsentrasi IBM cenderung berada di kawasan andalan Joglosemar dan telah membentuk koridor yang menghubungkan titik-titik pertumbuhan kawasan tersebut. Penelitian ini juga memberikan bukti empiris bahwa setelah ditetapkannya kawasan andalan Joglosemar maka tingkat ketimpangan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta semakin menurun. Sementara itu tren konsentrasi industri pada kawasan andalan Joglosemar selama periode 1980 - 90 cenderung menurun, namun pada periode tahun 1990 - 2000 konsentrasi industrinya semakin meningkat dan memperlihatkan bentuk kurva "U". Selanjutnya dengan model regresi logistik ditemukan bahwa variabel tenaga terampil, upah, pasar domestik, sewa tanah, dan infratruktur merupakan variabel yang signifikan dan dapat membedakan antara kawasan andalan Joglosemar dan kawasan non Joglosemar. Sedangkan variabel spesialisasi daerah dan struktur pasar tidak dapat dijadikan prediktor yang baik dalam model ini.

Some studies found that industrial concentration would increase regional economic growth. That formed the background of Central Java and DI Yogyakarta government established a region mainstay called Joglosemar to be a prime economic driver and to overcome inequality among regions. Since established in 1987, the plan is still only a discourse and has not been carried out seriously.



Using Geographical Information System (GIS), this study aims to indentify whether industrial regions in Central Java and DI Yogyakarta tend locate and concentrate in Joglosemar or not. By means of Theill's Entropy Index, the study attempts to find the link between Large and Medium Enterprises (LME) spatial inequality in Central Java and D.1. Yogyakarta with the existence of Joglosemar. The Study also examines association of Joglosemar and Non-Joglosemar regions with factors of location such as: skilled labor, wage, regional market, land rent, infrastructure, region specialization, market structure.



The result of this study shows that over the period 1980-2000, concentration of LME tends to locate in Joglosemar mainstay region and has developed corridors leading to growth poles region and those areas. This study also provides empirical evidence that industrial concentration trend in Joglosemar main areas during the period of 1980-1990 tends to decrease but it increases in the following decade and shows a "u" curve. Then, with binary logistic model, this research finds that skilled labor, wage, regional, market, land rent, and infrastructure become significant predictors to differ Joglosemar and Non-Joglosemar regions. Nevertheless, local specialization and market structure cannot be significant predictors.

Kata Kunci : industri manufaktur


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.