Analisis Kesiapan Implementasi Pendekatan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah Pada Sistem Penganggaran di Daerah (Studi pada: Pemerintah Kabupaten bantul, Kulon Progo, Klaten, dan Boyolali)
Angga Di Putra (adv.: Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt.,), Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt.,
Pendekatan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah diamanatkan lewat Peraturan Pemerintah sejak tahun 2005 untuk penganggaran keuangan di daerah. Landasan konsep yang digunakan terdiri dari lima hal yakni sistem anggaran bergulir, angka dasar, penyesuaian angka dasar, penggunaan parameter, dan usulan inisiatif baru. Kabupaten di Indonesia masih belum mengimplementasikan pendekatan KPJM untuk pengelolaan dana publiknya. Penelitian dilakukan untuk memahami kondisi daerah khususnya Kabupaten Kulon Progo, Bantul, Klaten, dan Boyolali, dalam kesiapannya menerapkan landasan konsep KPJM. Penelitian juga menganalisis kesiapan SDM untuk menunjang implementasi KPJM di sistem anggaran daerah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak ada dari Kabupaten tersebut yang siap secara penuh untuk penerapan landasan konsep KPJM dan SDM penunjangnya. Tingkat kesiapan dari 4 Kabupaten tersebut masih lemah disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kapasitas fiskal daerah yang terbatas dan ketergantungan terhadap Pemerintah Pusat.
Medium Term Expenditure Framework has been mandated through a regulation for local governmentÂ’s budgeting since 2005. The cornerstone concept consist of rolling budget system, baseline system, baseline adjustment mechanism, the use of parameters, and the proposed new initiatives. Until now, IndonesiaÂ’s districts have not implemented the MTEF approach for managing their public funds. A study was conducted to understand the conditions of Kulon Progo, Bantul, Klaten, Boyolali, in readiness to apply the MTEF concept. The research also analyzed the readiness of human resources to support the implementation of MTEF. Result of the study showed that there is no district that was fully prepared for the implementation of MTEF based on their human resources and the basic concepts. The level of readiness of the four districts is still weak because of several factors, among others are limitation of their own fiscal capacity and dependency on the central government of Indonesia.
Kata Kunci : Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah, Kesiapan, Landasan Konseptual, Sumber Daya Manusia, Medium Term Expenditure Framework, Readiness, Basic Concepts, Human Resources.