Laporkan Masalah

Interaksi Antara Kebijakan Moneter Kaidah Dengan Anggaran Pemerintah Di Indonesia Tahun 1980.1-2006.4: Pendekatan Sistem Ekonomi Simultan

Angelina Ika Rahutami (Adv: Prof. Dr. Insukindro, MA), Prof. Dr. Insukindro, MA

2007 | Disertasi | S3 Economics

Penelitian ini menganalisis dan menyimulasi interaksi kebijakan moneter kaidah dengan anggaran pemerintah dalam sistem ekonomi simultan. Penelitian ini dilakukan karena penerapan suatu kebijakan tidak dapat disterilisasi dari penerapan kebijakan yang lain dalam blok-blok perekonomian yang bergerak secara simultan. Blok moneter di Indonesia merupakan blok yang mengalami beberapa kali perubahan mendasar terutama dalam sasaran antara tujuan akhir dan peran otoritas moneter sendiri dalam perekonomian. Kebijakan-kebijakan yang diambil, dan peran Bank Indonesia, dan pergerakan data empiris mengenai perilaku suku bunga inti, nilai tukar dan inflasi akan membawa implikasi bagi kinerja ekonomi khususnya sektor fiscal.

Penelitian bertujuan untuk (i) menganalisis interaki kebijakan moneter kaidah dengan anggaran pemerintah dalam sistem ekonomi simultan, dan (ii) melakukan simulasi model untuk mengetahui pengaruh perubahan instrument kebijakan moneter terhadap stabilitas ekonomi dan kondisi realisasi anggaran pemerintah. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya karena menggunakan model makroekonomi yang relative lengkap, mengacu pada pola, Keynesian Baru, menggunakan pendekatan perubahan struktural metode sekuensial innovational outlier dan additive outlier dalam menentukan stasioneritas data, dan menggunakan benchmark kebijakan moneter kaidah dalam menyimulasi kondisi yang akan datang.

Pembatasan spesilikasi model adalah sebagai berikut, (i) estimasi model New Keynesia Thillips Curve secara langsung diadopsi dari model Batini-Haldane, dan tidak melalui proses derivasi penawaran agregat, (ii) variable ekspektasi diperoleh dari regresi kointegrasi, dan (iii) memasukkan unsur kejutan yang disesuaikan dengan perilaku data. Penelitian menggunakan data sekunder triwulanan (1980.1-2006.4) dengan model persamaan simultan dinamik dan metode estimasi two stages least square. Simulasi dilakukan melalui (i) baseline. (ii) penetapan inflasi berdasarkan target pemerintah, dan (iii) penggunaan benchmark yaitu Taylor Rule, Flexible Open Economy dan Flexible Inflation Targeting.

Hasil pengujian stasioneritas dengan memasukkan unsur jeda structural menunjukkan bahwa sebagian besar seri data mengandung unsur pergeseran. Dari hasil estimasi terlihat bahwa setiap persamaan menghasilkan residu yang stasioner dan nilai CRDW yang signifikan. Persamaan jangka pendek menggunakan 4 buah variabel asa nalar yaitu ekspektasi kondisi ekonomi atau output nasional, ekspektasi pendapatan yang siap dibelanjakan, ekspektasi nilai tukar, dan ekspektasi inflasi. Uji David-Mc Kinnon pada asa nalar dalam persarnaan menunjukkan adanya kontribusi dan dapat digunakan dalam prediksi selanjutnya secara sahih.

Hasil analisis persamaan simultan khususnya pada blok moneter dan fiscal menunjukkan hal-hal berikut. Dalam jangka pendek jumlah uang beredar riil (MIR) dipengaruhi srecara positif siginifikan oleh pendapatan nasional riil dan suku bunga, namun tidak dipengaruhi oleh depresiasi nilai rupiah. Persamaan suku bunga yang mencerminkan kebijakan moneter kaidah merupakan modifikasi dari model kaidah taylor dan unsur kejutan yang berasal dari sektor fiskal dan moneter. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kejutan pengeluaran pemerintah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pmbentukan suku bunga jangka pendek Inflasi dan suku bunga periode sebelumnya juga digunakan sebagai indikator penentu suku bunga. Penambahan uang primer juga digunakan sebagai informasi yang signifikan dalam pembentukan suku bunga meskipun tidak sedominan inflasi. Tingkat inflasi jangka pendek lebih dipengaruhi oleh informasi inflasi yang peroleh secara asa nalar dibanding dengan informasi inflasi periode sebelumnya. Di samping itu inflasi juga dipengaruhi oleh kesenjangan output, nilai tukar, ekspektasi pertumbuhan ekonomi riil dan perubahan struktur inflasi pada tahun 1998 yang terjadi akibat perubahan jangkar moneter.

Signifikansi faktor yang mempengaruhi penerimaan pemerintah riil mengindikasikan bahwa proporsi penerimaan dari minyak dan gas masih signifikan dan adanya ketergantungan pemerintah terhadap utang. Pengeluaran pemerintah riil dalam jangka pendek dipengaruhi oleh penerimaan pajak riil, pendapatan nasional riil dan depresiasi nilai tukar. Interaksi blok moneter dan fiskal dalam sistem perekonomian ditunjukkan oleh pengaruh yang signifikan dari kejutan pengeluaran pemerintah terhadap penentuan suku bunga dan kejutan uang primer terhadap penerimaan pemerintah.

Simulasi data menunjukkan pentingnya komunikasi target inflasi yang ditetapkan Bank Indonesia karena hasil simulasi menunjukkan penargetan ini belum memberikan keluaran yang lebih baik dilibandingkan pola otoregresifitya. Penggunaan kebijakan moneter kaidah ebih baik dilakukan secara konsisten, namun tetap dimungkinkan terjadi diskresi, karena penggunaan kebijakan moneter ini jauh lebih efektif dibandingkan dengan model penargetan inflasi semata.

Kata Kunci : kebijakan moneter, anggaran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.