KUNCI SUKSES IMPLEMENTASI E-PROCUREMENT: STUDI KASUS DI PT.PERTAMINA (PERSERO)
ANGELA, SISKA BUNGA (Adv.: Sumiyanan, Dr., M.Si.), Sumiyanan, Dr., M.Si.
Critical success factor atau faktor-faktor penentu keberhasilan adalah suatu faktor yang harus ada dalam organisasi untuk dapat mencapai tujuannya. Dengan mengetahui faktor penentu keberhasilan, sebuah orgnaisasi dapat memfokuskan sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris kesebelas faktor penentu keberhasilan implementasi e-Procurement yang dikemukakan oleh Vaidya, et al. (2006). Akankah kesebelas sukses faktor berpengaruh positif terhadap keberhasilan implementasi e-Procurement di PT. Pertamina (Persero). E-Procurement mengacu pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis internet untuk melakukan semua proses tahapan pengadaan termasuk sourching, negosiasi, penerimaan, dan review vendor sebelum diadakannya pembelian (Croom & Brandon, 2004). Melalui penelitian ini, ditemukan dua hipotesis yang tidak berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi e-Procurement di PT. Pertamina (Persero), yaitu dari faktor perbaikan proses pengadaan dan perubahan manajemen. Kesembilan hipotesis lainnya berpengaruh terhadap implementasi e-Procurement di PT. Pertamina (Persero), hipotesis tersebut adalah penerimaan pengguna akhir, adopsi oleh penyedia, proses praktek terbaik, integrasi sistem, keamanan dan keaslian dokumen, pengukuran kinerja, dukungan manajemen puncak, strategi implementasi, dan standar komunikasi.
Critical success factor atau faktor-faktor penentu keberhasilan adalah suatu faktor yang harus ada dalam organisasi untuk dapat mencapai tujuannya. Dengan mengetahui faktor penentu keberhasilan, sebuah orgnaisasi dapat memfokuskan sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris kesebelas faktor penentu keberhasilan implementasi e-Procurement yang dikemukakan oleh Vaidya, et al. (2006). Akankah kesebelas sukses faktor berpengaruh positif terhadap keberhasilan implementasi e-Procurement di PT. Pertamina (Persero). E-Procurement mengacu pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis internet untuk melakukan semua proses tahapan pengadaan termasuk sourching, negosiasi, penerimaan, dan review vendor sebelum diadakannya pembelian (Croom & Brandon, 2004). Melalui penelitian ini, ditemukan dua hipotesis yang tidak berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi e-Procurement di PT. Pertamina (Persero), yaitu dari faktor perbaikan proses pengadaan dan perubahan manajemen. Kesembilan hipotesis lainnya berpengaruh terhadap implementasi e-Procurement di PT. Pertamina (Persero), hipotesis tersebut adalah penerimaan pengguna akhir, adopsi oleh penyedia, proses praktek terbaik, integrasi sistem, keamanan dan keaslian dokumen, pengukuran kinerja, dukungan manajemen puncak, strategi implementasi, dan standar komunikasi.
Kata Kunci : pengadaan, implementasi e-Procurement, kritkal sukses faktor, procurement, implementation e-Procurement, critical success factor.