Indikasi Manajemen laba selama perjanjian kontrak utang
Andriyani, Lilik (Adv. Dr. Suwardjono, M.Si), Dr. Suwardjono, M.Si
Salah satu dilakukannya manajemen laba karena motivasi pe rjanjian kontrak (debt covenant). Manajem1en laba ini dipergunakan sebagai upaya untuk menghindari pelanggaran perjanjian kontrak utang. Dalam teori akuntansi posit if tentang debt covenant hypothesis, manajemen laba dilakukan pada sa at mendekclti perjanjian kontrak utang.
Berbagai studi telah membClhas masalah ini dan mengnunakan bonus, pembagian dividen dan sebagainya sebagai mekanisme perjanjian kontrak utang. Penelitian ini berbeda dengan studi sebelumnya yang menggunakan penerbitan obligasi sebagai mekanisme perjanjian. Penelitian ini menguji adanya indikasi manajemen laba (earnings manag,ement) pada perjanjian kontrak utang dengan menggunakan proksi akrual diskresioner (abnormal c1ccruals) dengan modified-Jones model untuk mendeteksi adanya indikasi manajemen laba. Metoda yang diglunakan untuk menganalisis data dengan menggunakan time series OLS regression untuk data amatan 10 atau lebih dan mean total akrucll untuk data kurang dari 10, dan untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan uji-t dan uji F atau uji AN OVA.
Penelitian ini memberikan bukti empiris tentang adanycl indikasi manajemen laba menaikkan laba pada perloda sebelum perja r1jian dan dapat membuktikan adanya manajemeh laba lebih besar pada perusahaan yang terikE.tt perjanjian dari pada yahg tidak terikat perjar1jian, hal ini konsisten dengan penelitian sebelumnya dan dapat mendukung hipbtesis perjanjian kontrak utang (debt covenam hypothesis).
Kata Kunci : discretionary accruals, earning management, debt cO'fenant, debt covenant hypothesis, akrual diskresioner, manajemen laba, debt covenant hypothesis, debt covenant