Laporkan Masalah

Pengaruh faktor-faktor lingkungan dan strategi manufaktur terhadap kinerja perusahaan dg adopsi teknologi sebagai variabel pemoderasi: studi empiris pada perusahaan manufaktur di Indonesia

Anatan, Lina (pembimbing: Dr. Fahmy Radhi, MBA), Dr. Fahmy Radhi, MBA

2005 | Tesis | S2 Management

Globalisasi telah menciptakan kondisi lingkungan yang mengharuskan perusahaan manufaktur untuk mengadopsi dan mengimplementasikan strategi manufaktur, teknologi, dan teknik-teknik perbaikan jika ingin tetap memiliki daya saing. Pertimbangan t¢ntang lingkungan, sebagai kekuatan yang tidak dapat dikontrol oleh pihak manajemen dalam jangka pendek, telah dikaitkan dalam penelitian manajemen operasi sebagai variabel penentu yang mempengaruhi pilihan strategi. Untuk mencapai kesuksesan dalam persaingan global dan perubahan lingkungan yang cepat, organisasi harus memformulasikan perencanaan strategi yang konsisten dengan investasi dan penggunaan teknologi manufaktur mereka. Perusahaan yang melakukan investasi pada teknologi dan mengembangkan mekanisme dalam formulasi strategi, tanpa mengabaikan efek lingkungan, akan dapat memperbaiki kapabilitas kompetitif dan mencapai kinerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang tidak melakukan adopsi teknologi dan mengembangkan mekanisme strategi. Dengan adanya pengaruh globalisasi dan lingkungan bisnis yang kompetitif, sangat nyata perlunya strategi manufaktur, teknologi, dan lingkungan bisnis bagi perusahaan manufaktur di Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keterkaitan antara ketidakpastian lingkungan, strategi manufaktur, dan kinerja perusahaan. Studi ini juga menguji peran pemoderasian adopsi teknologi (hard dan soft technology) terhadap hubungan strategi manufaktur dan kinerja perusahaan. Informasi penelitian diperoleh melalui kusioner yang dikirimkan melalui pos (525 kuesioner) dan 25 kuesioner diperoleh dengan cara mendatangi perusahaan secara langsung. 550 kuesioner dikirimkan pada CEO perusahaan manufaktur di Indbnesia, 106 kuesioner kembali dengah tingkat respon 19.27%.

Hasil studi menemukan adanya hubungan antara faktor-faktor lingkungan seperti biaya bisnis, ketersediaan tenaga kerja, tingkat persaingan, dan dinamisme pasar dengan pilihan strategi manufaktur yang mencakup prioritas kompetitif Studi ini mengindikasikan hasil yang berbeda antara adopsi hard technology dan soft technology. Hasil studi menemukan bahwa hard technology memoderasi hubungan antara strategi manufaktur dan kinerja operasional sebagai quase moderator. Sebaliknya soft technology mempengaruhi hubungan antara strategi manufaktur dan kinerja operasional sebagai independent predictor variable tetapi tidak memoderasi hubungan strategi manufaktur dan kinerja operasional.

Globalization has created an environment where manufacturing organization must adopt and implement sophisticated manufacturing strategy, technology, and improvement techniques if they want to stay competitive. Consideration of environment task, those forces which are out of the short run control of management, has been linked in operation management research, as precursor variable that causally related to strategic choice. To be successful in this globally competitive and rapidly changing environment, organization must formulate strategic plan that are consistent with their investment in and use of technology. Firm that investing in manufacturing technology and developing mechanism in strategy formulation, without ignoring the environmental effect, will improve competitive capability and achieve better performance that do not. More over, with the effect of globalization and competitive business environment, the important of manufacturing strategy, technology, environment for Indonesian manufacturing firm are obvious.

This research was conducted to investigate the relationship amongst environment uncertainty, manufacturing strategy, and firm performance. This study also investigates the moderating role of technology (both hard and soft technology) on the strategy and performance relationship. Data are collected through mailed questionnaire (525 questionnaires) and direct survey to 25 firms. The total questionnaires are sent to 550 CEOs manufacturing firm in Indonesia. Hundred and six responses are returned yielding response rate 19.27%.

The study finds relationship between environmental factors such as business cost, labor availability, competitive hostility, and dynamism in the market, and the manufacturing strategy choices encompassed by competitive priorities. The study indicates different result for hard and soft technology. Hard technology moderate the relationship between manufacturing strategy and operational performance, as a quase moderator variable on the other hand, soft technology has an impact in the manufacturing strategy-performance relationship as an independent predictor variable, but it doesn't moderate the relationship between manufacturing strategy and operational performance.

Kata Kunci : ketidakpastian lingkungan, strategi manufaktur, adopsi teknologi, kinerja operasional, environmental uncertainty, manufacturing strategy, technology adoption, firm performance


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.