Evaluasi Departemen Internal Audit setelah Implementasi Sarbanes-Oxley Act Section 404: kasus pada PT telekomunikasi Indonesia, Tbk
Ana, Noor Dessy (Adv.: Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., Akt), Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., Akt
Ketentuan Sarbanes-Oxley Act Section 404 menjadi keharusan bagi perusahaan-perusahaan yang telah mendaftarkan sahamnya di New York Stock Exchange. Di Indonesia, perusahaan yang telah mendaftarkan sahamnya di NYSE adalah PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Akibatnya, PT Telkom harus comply terhadap peraturan tersebut. Sesuai persyaratan SOA 404, manajemen haus melaporkan review atas internal control perusahaan yang selanjutnya menjadi objek yang akan diaudit oleh auditor eksternal. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, departemen internal audit memegang peranan penting dalam memberikan jaminan atas efektivitas internal control yang telah diterapkan oleh pemsahaan. Oleh karena itu, perlu diadakan evaluasi terhadap departemen internal audit sehingga dapat diketahui bagaimana internal auditor mendukung keberhas.ilan implementasi SOA 404 ke dalam perusahaan. Evaluasi terhadap unit internal audit tersebut, dilakukan dengan menilai faktor-faktor yang relevan sesuai standar professional, yaitu independensi, profesionalisme, dan pelaksanaan pemeriksaan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada peri ode pertama implementasi SOA 404, ketiga komponen atribut internal auditor tersebut terpengaruhi, meskipun belum dapat terlihat signifikansinya. Secara keseluruhan, improvement untuk unit internal auditor PT Telkom setelah implementasi SOA 404 berada pada level baik, sehingga dapat dikatakan perusahaan raksasa ini dalam proses menuju jalan yang benar. Dengan usaha dan kesadaran yang tinggi, SOA akan segera menjadi culture dalam tubuh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Kata Kunci : Internal control, Sarbanes-Oxley Act, Auditing, independensi, profesionalisme, pelaksanaan pemeriksaan, standar professional audit