Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN DANA KUD. MANDIRI DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

A. MULYO HARYANTO (Adv : Drs. Pangestu Subagyo MBA), Drs. Pangestu Subagyo MBA

1995 | Tesis | S2 Management

Dalam upaya mengembangkan dan membina Koperasi agar sejajar dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) sebagai soko guru perekonomian nasional dilakukan berbagai program pembinaan dan bantuan oleh Pemerintah. Khususnya untuk membina Koperasi yang bergerak di sektor perekonomian pedesaan yang kemudian dicanangkan dengan program KUD Mandiri sebagai program untuk mengevaluasi dan membina KUD. Koperasi ataupun KUD yang mandiri menurut UU No.25 Tahun 1992 adalah koperasi yang mampu menentukan dan melakukan manajemennya secara bertanggung jawab dan rasional dalam pengambilan keputusannya serta tidak tergantung pada pihak luar balk dari aspek manajemen maupun dari aspek keuangannya. Sebagai suatu badan usaha kemandirian KUD ditinjau dari aspek keuangan tentu saja mengalami perkembangan pasang surut.



Kemandirian dari aspek keuangan dalam tesis ini ditinjau menurut kriteria Balitbang Kop. Departemen Koperasi yaitu tingkat porsi antara modal sendiri dibagi hutang. Hal ini dimaksudkan mengarah pada pengertian bahwa semakin besar porsi modal sendiri maka ketergantungan dana dari pihak luar baik dari uluran tangan pemerintah maupun pihak lain akan berkurang. Menurut Diana R.Harrington tingkat perkembangan ditinjau dari aspek keuangan tergantung pada perubahan- perubahan yang terjadi pada : (1) tingkat kemampuan mendapat laba yang dihitung dari profit margin yang dicapai, dan perputaran aktiva perusahaan; (2) tingkat laba yang ditahan dan (3) total leverage yaitu total aktiva dibagi dengan modal sendiri.



Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang manakan di antara faktor profit margin, perputaran aktiva, tingkat laba ditahan dan leverage yang mempengaruhi perkembangan kemandirian dana KUD; (2) memberikan masukan bagi penyusunan kebijakan yang tepat dipergunakan untuk meningkatkan dan menjaga kemandirian KUD. ditinjau dari aspek keuangan.



Subyek dalam penelitian ini adalah KUD Mandiri di seluruh Propinsi daerah Istimewa Yogyakarta yang telah mandiri sedikitnya 3 tahun berturut-turut dan telah dinyatakan Mandiri oleh Kanwil Koperasi dan Pembinaan Pengusaka Kecil Daerah Istimewa Yogyakarta dalam laporan tahunannya.



Metode penarikan sampel adalah purposive sampling dengan metode judgement sampling, maksudnya ialah bahwa sample ditentukan lebih dahulu berdasarkan pertimbangan yang sudah ditentukan. Dasar pertimbangan atau judgement yang dipergunakan adalah : KUD telah mandiri setidak-tidaknya 3 tahun berturut-turut, laporan keuangan lengkap dan sudah disahkan oleh RAT. Berdasarkan pertimbangan tersebut data yang diambil berasal dari 40 KUD Mandiri dari seluruh KUD Mandiri di DIY yang berjumlah 60 KUD. Data yang diambil adalah dari Laporan Keragaan Kemandirian KUD Kanwil Kop dan PPK DIY serta Laporan RAT dari KUD Sampel dari tahun 1990 sampai dengan 1993. Data yang terkumpul diuji secara teoritis dan inferensial. Uji teoritis untuk melihat apakah ada kesesuaian antara model teoritis dengan perilaku data dalam model yang diusulkan. Uji inferensial menggunakan analisis regresi berganda ordinary least square methods, dan proses analisanya Ordinary Least Square menggunakan paket program Data-Fit yang ditulis oleh Pesaran dan Pesaran.



Hasil perhitungan analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku data dalam model yang diusulkan memiliki kesesuaian dengan model teoritisnya. Ini menunjukkan bahwa perkembangan kemandirian KUD dipengaruhi oleh profit margin, perputaran aktiva, tingkat laba ditahan dan leverage. Secara keseluruhan dari KUD sampel yang diambil variabel bebas profit margin, perputaran aktiva, tingkat laba ditahan, dan leverage memberikan sumbangan yang nyata atau signifikan pada variabel tergantung kemandirian dana.



Dari model yang diusulkan dengan menggunakan analisis regresi berganda (OLS) dibuktikan lolos uji asumsi klasik dengan demikian model yang diusulkan dapat dinyatakan mampu memprediksi dengan baik.



Dari 40 KUD mandiri yang diamati dengan jangka waktu pengamatan 3 tahun, 23 KUD sampel memiliki perkembangan di bawah tingkat rata-rata. Untuk KUD demikian ini variabel bebas yang berpengaruh pada variabel tergantung (perkembangan kemandirian dana) adalah variabel leverage, perputaran aktiva dan profit margin. Dari analisis yang dilakukan juga menunjukkan lolos uji asumsi klasik.



Dari 17 KUD mandiri yang perkembangan kemandiriannya di atas rata-rata variabel bebas yang berpengaruh adalah tingkat leverage.

In attempts to develop and maintain cooperation parallel with stated-owned corporation and private-owned corporation as a principal factor of the national economy, various assistance and developing programs have been implemented by the Government. In the case of the cooperation development involving rural economy, a self-sufficient (KUD/Koperasi Unit Desa) Rural-Unit Cooperation program as an evaluating and developing means has been established. A self-sufficient cooperation capable of determining and performing management responsibly and rationally in decision making, independent on the outer regarding management or financial aspects. In terms of financial aspect, KUDs has as various growth rate. The self-sufficiency in terms of financial aspect in the present thesis was viewed from a criteria made by the BalitbangKop, Department of Cooperation that a portion between equity divided by liability. It means, the higher equity the lower dependence on the outer, whether Government's assistance or other parts. According to Diana R.



Harrington, a growth rate corresponding to financial aspect depends on the change in : (1) profit-gaining capacity determined from the obtained profit margin and asset turnover, (2) rate of retained earning, and (3) leverage, that is, total assets divided by equity.



The main objectives of this study were : (1) to identity which factors including profit margin, asset turnover, retained earning, and leverage that had influence on the independence of KUD, (1) to provide inputs in setting a appropriate policy to develop and maintain the independence of KUD in terms of financial aspect.



Subject of the study were the entirely selfsufficient KUDs located in the special territory of Yogyakarta, at least for 3 years and certified as "self-sufficiet" by the Regional Office of Cooperation in their annual reports. Sampling method was a purposive sampling method with judgement, that was, a sample was initially determined based on fixed consideration. The judgement basis was all KUD in the Special Territory of Yogyakarta independent as least 3 years, and their financial statements had been confirmed by RAT. Based on such a judgment, Data from 40 of 60 KUDs located in Yogyakarta were taken.



Such data consisted of independence-exhibiting report for 1990, 1991, 1992, and 1993. Data were theoritically and inferentially tested. The theoritcal test found out for compatibility between the existing theoritical model and data behavior or proposed model. The inferential test used a doubled-regression analysis. The Ordinary Least Sciuere with Ditafit program were used in this analysis Oocess.



The result indicated that the relation between data behavior within proposed model was compatible with theoretical model behavior. It meant, independence development was influenced by profit margin, asset turnover, retained earning, and leverage. In general, in 40 samples, independent variables including profit margin, asset turnover, retained earning, leverage, gave a significant contribution to dependent variable.



Using the doubled-regression analysis, the proposed model passed from a classic assumption test, therefore, the proposed model had a good predicting capability.



Of 40 KUDs observed for three years, 23 KUD had a growth rate below the average level. In these KUD, the independent variables that had influence on the dependent variable were leverage, asset turnover, and margin profit variables. Data behavior of the proposed model indicated that they passed from aclassic-assumption test.



The most influencing variable in 17 KUD, whose development of fund independence was above the average level, was leverage.

Kata Kunci : KUD, Dana, KUD Mandiri, DIY


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.