Laporkan Masalah

Pengujian Fenomena Market Overreaction dan Size Effect di Bursa Efek Indonesaia Periode 2011-2014

Alifian Afas Sawung Aji (adv.: Dr.Suad Husnan,M.B.A.), Dr.Suad Husnan,M.B.A.

2016 | Skripsi | S1 Management

Informasi sangat penting dibutuhkan oleh investor, termasuk ketika melakukan infestasi dalam bentuk saham. Investor memerlukan segala bentuk informasi yang diperlukan dalam mengevaluasi kelayakan dalam infestasinya. Bentuk informasi yang diperlukan bukan hanya yang dipublikasikan, tetapi informasi yang tidak dipublikasikan. Menurut Hipotesis Pasar Efisiem, pasar dikatakan efisien jika harga sekuritas-sekuritas telah mencerminkan informasi yang ada dan informasi tersebut relevan. Pada kenyataannya, terjadi banyak fenomena yang menolak atau tidak sesuai dengan Hipotesis Efisiensi pasar, fenomena ini biasa disebut market anomaly. Contoh dari market anomaly adalah market overreaction dan size effect. Fenomena market overreaction dan size effect menyebutkan adanya reaksi berlebihan dari investor dalam menanggapi suatu informasi dan kaitannya dengan pengaruh ukuran perusahaan.

Penelitian ini akan menguji return saham yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2011-2014. Sampel penelitian ini adalah semua saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditentukan. Kemudian akan dibentuk portofolio saham yang berisi 15% saham terbaik dan 15% saham terburuk. Data yang diambil adalah data saham harian. Setelah dilakukan penelitian ternyata tidak ditemukan adanya price reversal yang terjadi di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014. Saham-saham winner tetap mengguguli saham-saham loser selama periode setelah hari peristiwa, yang berarti yang terjadi bukanlah fenomena price reversal tetapi terjadi momentum.

Pada penelitian yang dilakukan dengan malakukan pengontrolan terhadap ukuran (sze) perusahaan, tetap tidak ditemukan adanya fenomena price reversal dan yang terjadi adalah fenomena momentum. Pada kelompok saham smallest winner dan smallest loser, momentum yang terjadi signifikan pada periode satu hari dan dua hari setelah hari peristiwa, hari selanjutnya tidak signifikan lagi. Pada kelompok saham largest winner dan largest loser, peristiwa momentum hanya signifikan pada satu hari setelah hari peristiwa.



Information is very important for investors when investing in securities. Investors needs all kind of information to evaluate the worthiness of their investment. Type of information that investors needs not only the one that published, but also information that unpublished. According to Efficient Market Hypothesis, said market is efficient if the price of its securities fully reflect all available and relevant information. In fact, there are many phenomena that not align with Efficient Market Hyphotesis, and this phenomena is called anomaly. Example of market anomaly are market overreaction and size effect. Market overreaction and size effect phenomena said that investor overreact to new information.
‘This research will test stock return in Bursa Efek Indonesia (BEI) period 2011-2014. This research sample are all stock that listed in Bursa Efek Indonesia, which is fit into all criterias. Then it will divided to portfolio that include 15% best stock (winner) and 15% worst stock (loser). The data used in this research is daily stock returns. The result of this reserach concluded that there are no sign of price reversal at Bursa Efek Indonesia period 2011-2014. Stock portfolio winner always top the losers over time period after event day, which means that what happen at BEI not price reversal but momentum.

In this research also control to firm size to know whether there are size effect that occurs in Bursa Efek Indonesia period 2011-2014. In this section, there are also no sign of price reversal, but there are sign of momentum. In stock portfolio smallest winner and smallest loser, momentum occurs and significant at one and two days after event day, but in three days and after there are not significant anymore. In stock portfolio largest winner and largest loser, momentum only occur and significant on one day after event day.

Kata Kunci : price reversal, market overreaction, size effect, momentum, winner, loser.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.