Pengarih Pemasaran Sensorik PadaPengalaman Mereka berdasarkan Perspektif Teori Stimulus-Organisme-Respon
Alex fahrur Riza (Adv.: Prof. Basu Swasta Dharmamestha, Ph.D), Prof. Basu Swasta Dharmamestha, Ph.D
Sejak teori stimulus-organisme-respon dipopulerkan dalam pemasaran, stimulus lingkungan terbukti memiliki pengaruh pada kognisi, emosi dan perilaku konsumen. Tapi dengan banyaknya stimulus eksternal, menjadi suatu ambiguitas mengenai faktor-faktor apakah yang menyebabkan konsumen untuk berperilaku. Sehingga manajer belum bisa memformulasikan strategi mana yang paling efektif dan efisien untuk mempengaruhi persepsi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemasaran sensorik pada pengalaman merek menggunakan perspektif teori stimulus-organisme-respon dan teori otak tritunggal. Penelitian ini menggunakan balanced view (pendekatan manajerial dan pendekatan holistik) untuk menginvestigasi perilaku konsumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa stimulus lingkungan toko akan ditangkap oleh panca indera konsumen sebagai informasi yang diproses melalui kognisi dan emosi dalam proses keputusan pembelian. Pengaruh pemasaran sensorik pada kognisi lebih kuat dibandingkan pengaruhnya pada emosi, konsumen juga cenderung menyukai menggunakan kognisi daripada emosi dalam proses keputusan pembeliannya dan proses keputusan pembelian konsumen dapat menjadi anteseden dari pengalaman merek.
Since the theory of stimulus-organism-response was popularized in marketing, environmental stimuli proved to have an influence on the cognition, emotions and behavior of consumers. But with so many external stimuli, becomes an ambiguity about the main factors that cause consumers behaviour. So that managers have not been able to formulate a strategy that is most effective and efficient way to influence consumer perception. This study aims to examine the effect of sensory marketing on brand experience using the theory of stimulus-organism-response and triune brain theory. Researchers used a balanced view approach (managerial and holistic) to investigate consumer behavior. The results showed that the stimulus store environment will be capture by the five senses of consumers as an information processed through cognition and emotion in buying decision process. Sensory marketing influences stronger on cognition than emotion, consumers also tend to like using cognition rather than emotion in his buying decision process and buying decision process could be the antecedent of the brand experience.
Kata Kunci : Pemasaran Sensorik, Kognisi, Emosi, Proses Keputusan Pembelian, Pengalaman Merek, Sensory Marketing, Cognition, Emotion, Buying Decision Making, Brand Experience.