Laporkan Masalah

Analisis Perilaku Konsumen di Kotamadia Yogyakarta Dalam Membeli Ayam Goreng

ALBARI (Pembimbing): Drs. John .S.uprihanto,.MIM., Drs. John Suprihanto,.MIM.

2016 | Tesis | S2 Management

INTISARI

Pengaruh globalisasi membawa dampak persaingan antar pelaku bisnis ayam goring semakin ketat. Karenanya diperlukan usaha-usaha pemasaran untuk mencapai keunggulan kompetitif melalui konsep pemasaran yang berorientasi pada pemahaman kebutuhan konsumen. Untuk itu, penelitian ini mencoba menetapkan atribut dan referen penting, serta mengidentifikasikan pengaruh yang terjadi pada faktor-faktor minat dan perilaku konsumen di Kodia Yogyakarta dalam membeli ayam goreng merek asing dan merek lokal. Data diperoleh melalui teknik purposive sampling dari 150 responden yang pernah membeli ayam goreng merek asing dan lokal. Hipotesis diuji melalui pendekatan model analisis regresi dan koefisien determinan, serta dikuatkan dengan uji-t, dan uji-F pada taraf signifikansi 15 % (1 ekor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ayam goreng merek asing atribut pelayanan yang ramah dan restoran dengan suasana yang nyaman banyak menyumbang dalam pembentukan sikap dan perilaku konsumen, atribut rasa yang manis dan harga yang rendah masih dinilai negatip (kurang), dan Leman dekat menjadi referensi penting dalam menyumbang minat konsumen. Pada ayam goreng merek lokal, atribut yang dominan menyumbang perilaku adalah

konsumen dapat memperoleh bagian ayam goreng sesuai dengan yang diinginkan sedangkan waktu pelayanan yang cepat dinilai negatip, dan referensi penting konsumen pada kelompok keluarga dekat.

Selanjutnya diperoleh informasi pula bahwa pada ayam goreng merek asing minat konsumen dapat meningkat melalui perilaku lampau, sikap atau norma subyektif, atau kombinasi antara norma subyektif dengan perilaku lampau atau sikap konsumen, sedangkan perilaku membeli dapat meningkat berdasarkan perilaku lampau dan atau minat konsumen. Pada: ayam goreng merek lokal, minat konsumen dapat meningkat melalui referensi (norma subyektif) konsumen, atau kombinasinya dengan perilaku lampau konsumen. Dengan demikian bagi restoran ayam goreng merek asing dapat melakukan terobosan membuat ayam goreng dengan sentuhan rasa manis, yang sesuai dengan lidah/selera konsumen lokal, sehingga diharapkan volume penjualan dapat meningkat, dan biaya (harga) rata-rata dapat ditekan lebih rendah. Sedangkan bagi restoran ayam goreng merek lokal perlu melakukan perbaikan dalam standardisasi dan proses produksi, sehingga waktu pelayanan dapat dipercepat.

ABSTRACT

Market globalization has tightened competition among fried chicken restaurants Consequently, a more appropriate marketing concept oriented toward understanding consumers' needs is increasingly needed to pursue competitive advantage. This research paper tries to determine important attributes and references, and identify possible relationship between consumers' intention and behaviors when purchasing local-brand and foreign-brand fried chicken. Using the purposivesamplingtechnique, data are collected among 150 respondents who, during the research, have bought and consumed both local-brand and foreign-brand fried chicken. The hypothesis testing is conducted using regression and coefficient of determination analysis model as well as t, and F tests at significance level of 15% (one-tail). The results show that, for the foreign-brand fried chicken, among attributes responsible in shaping consumers' attitude and behavior are good service and friendly and convenient environment of restaurant. Whereas attributes such as sweet taste and cheap price are considered to be negative. Moreover, close friends are found to be important reference group that helps shape consumers' intention. On the other hand, for the local-brand fried chicken, among dominant attributes influencing consumers' behaviors are the opportunity to get fried chicken satisfying intended qualities, while quick service is considered less important. Furthermore, close relative are considered as important reference group. In addition, consumers' previous behavior, attitude, or subjective norms, or combination of those there, could improve consumers' intention for the foreign-brand fried chicken, while their previous behavor and or intention could improve their purchasing behavior. On the other hand, reference group (subjective norm) or its combination with previous behavior could improve consumers' intention for the local-brand fried chicken. It is recommended that the foreign-brand fried chicken enriches its product with local flavor that suits local taste so that sales can be boosted and production cost (price) can be reduced. Moreover, the local-brand fried chicken restaurants are suggested that they improve standardization, production process and consumer service.






Kata Kunci : Teori Perialaku Konsumen, Model Dasar Perilaku Konsumen,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.