Analisis Pengaruh Leverage Financial, Dividend Yield dan Dividend Payout Terhadap Indeks Harga Saham di Bursa Efek Jakarata.
AJI, BAYU (Adv.: Agus Setiawan, Drs., M.Soc.Sc.), Agus Setiawan, Drs., M.Soc.Sc.
Kebijaksanaan di bidang pasar modal selain untuk mendorong meningkatnya juntlah perusahaan yang menjual saham dan obligasi di Bursa, juga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kepemilikan surat-surat berharga.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh faktor leverage finansial, dividend yield, dan dividend payout terhadap indeks harga saham, mengetahui factor yang paling dominan mempengaruhi indeks harga saham perusahaan-perusahaan yang memiliki saham aktif di BEJ. Serta menguji kebijakan dividen terhadap harga saham perusahaan-perusahaan yang aktif di BEJ dan sekaligus membuktikan teori mana diantara tiga teori diatas yang relevan. Populasi penelitian adalah perusahaan go public yang listing di BEJ hingga bulan desember 1994, dimana struktur modalnya menggunakan hutang baik sebagian ataupun selumhnya dan aktif di BET berdasarkan frekuensi perdagangan pertahunnya lebih dari 400 kali. Berdasarkan JSEX Statistic tahun 1995, 1996 & 1997 terdapat 119 perusahaan yang memenuhi syarat menjadi populasi penelitian ini.
Model yang digunakan untuk menganalisa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependennya adalah model Regresi Berganda Linear. Pengolahan data selanjutnya dilakukan dengan menggunakan program statistik SPSS Jar window 0.8. Dengan metode Ordinary Least Square, dari data variabel independen yaitu leverage finansial (DFL), dividen yield (DY) dan Dividen Payout (DP), dengan variabel dependen yaitu Indeks harga saham individual (Indeks). Data yang digunakan merupakan pooled data dari 72 sampel selama tiga. dari dividen yield terhadap indeks individual dan leverage fmansial tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap indeks individual. Sedangkan dividen payout memberikan pengaruh signifikan positif terhadap indeks individual, namun terpaksa hams dikeluarkan dan model regresi guna memenuhi asumsi klasik multikolinearitas. Hasil koefisien regresi negatif untuk perubahan dividen yield memperlihatkan bahwa terdapat penyimpangan terhadap logika teori yang berlaku. Secara teori, ada hubungan searah antara dividen yield dengan indeks harga saham individual, yaitu bila dividen yield naik maka indeks harga saham individual juga akan naik, dan sebaliknya. Sementara hal yang mungkin menyebabkan tidak signifikannya pengujian leverage finansial (DFL) adalah mungkin disebabkan oleh masih besarnya pengaruh kekuasaan pemerintahan di pasar modal Indonesia dimasa pemerintalian orde bare.
Hasil penelitian menunjukan bahwa para pelaku pasar modal Indonesia lebih cendening menganut Dividend Irrelevance Theory untuk kebijakan hutang dan Tat Reference Theory untuk kebijakan dividen. Implikasinya, basil pengujian ini akan memudahkan bagi kalangan akaclemisi untuk menetukan kebijakan clividen yang optimal yaitu dengan membayarkan cash dividend sekecil munkin karena berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Dan tidak kalah pentingnya, hasil dari penelitian ini membuktikan juga bahwa teori-teori tentang kebijakan dividen yang banyak dimuat dalam literaturliteratur yang menyatakan bahwa sebaiknya cash dividend dibagikan sebesarbesarnya tidak relevan dengan kondisi pasar modal di Indonesia khususnya. Guna meningkatkan kegairahan Pasar Modal Indonesia maka Bursa Efek Jakarta perlu menyedialcan berbagai infonuasi kepada para talon investor terutama informasi kebijakan dividen dan kebijakan hutang perusahaan yang listing di BEJ.
Kata Kunci : Kebijakan dividen, indek harga saham, faktor leverage finansial, dividend yield, dan dividend payout.