Laporkan Masalah

Analisis Pertumbuhan dan Ketimpangan Ekonomi antar Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur pada Periode Desentralisasi Fiskal (tahun 2004-2008)

AISYAH, SITI (pembimbing:Christiana Suparmi, dra., S.U.), Christiana Suparmi, dra., S.U.

2011 | Skripsi | S1 Economics

Upaya peningkatan penerimaan daerah menjadi salah satu hal yang paling penting dalam pelaksanaan desentralisasi fiskal untuk kemandirian daerah. Daerah diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengatur keuangan daerahnya agar bisa membiayai kegiatan pembangunan di daerah yang pada akhirnya diharapkan bisa meratakan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan ekonomi antar daerah.

Penelitian ini menganalisis mengenai pengaruh alokasi keuangan daerah dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dan menghitung ketimpangan ekonomi antar daerah pada periode desentralisasi fiskal di tahun 2004-2008 dengan mengambil studi kasus pada 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dan indeks ketimpangan Williamson. Hasil dari penelitian ini adalah DBH dan DAU secara signifikan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sedangkan PAD dan Tenaga Kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan ekonomi antar daerah menunjukkan trend menurun.

Increasing regional income effort is the main of fiscal decentralization for region autonomy. Region has authority and discretion to manage their own regional finance to afford the development activity in their region which can equalize economic growth and minimize region economic inequality.

This research aims to analyze the regional finance allocation and labour effect on region economic growth and to take a count the region economic inequality at 13 regional district in East Kalimantan at decentralization fiscal period from 2004 until 2008. The tools of analysis is regression using panel data and Williamson index. The results of this research are revenue sharing (DBH) and general allocation funds (DAU) have significant effect on region economic growth, while regional original income (PAD) and labour have not significant effect on region economic growth and region economic inequality shows decrease trend.

Kata Kunci : Fiscal decentralization, economic inequality, economic growth, Desentralisasi fiskal, ketimpangan ekonomi, pertumbuhan ekonomi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.