Laporkan Masalah

Pengaruh Struktur kepemilikan Pemerintah dan Non Pemerintah Terhadap Earning Quality Pada Perusahaan Manufaktur

AISYAH, RISMAWATI (pembimbing: Sugiarto, Drs., M.Acc., M.B.A.), Sugiarto, Drs., M.Acc., M.B.A.

2011 | Skripsi | S1 Accounting

Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya pengaruh struktur kepemilikan pemerintah dan nonpemerintah terhadap kualitas laba dengan menggunakan persistensi akrual sebagai atributnya. Peneliti juga ingin membandingkan kualitas laba yang dilaporkan oleh kedua jenis perusahaan tersebut dan membuktikan apakah benar kualitas laba perusahaan milik pemerintah lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan nonpemerintah (swasta). Menilai kualitas laba menggunakan persistensi akrual berarti menilai kualitas akrual, dimana persistensi akrual positif menunjukkan kualitas akrual yang positif pula. Semakin baik kualitas dan persistensi akrual akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas laba.

Penelitian ini menguji 30 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa efek Indonesia periode 2006-2008, yang terdiri dari 23 perusahaan swasta dan 7 perusahaan pemerintah. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan hipotesis bahwa persistensi akrual perusahaan pemerintah lebih rendah dibandingkan dengan persistensi akrual pada perusahaan swasta. Hasilnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara persistensi akrual perusahaan pemerintah dan swasta.

The objective of this research is to test the present of state and non-state ownerships effect on earnings quality by using accrual persistence as the attribute. Researcher also wants to compare earnings quality reported by those kinds of enterprises and prove the truth that earnings quality of state-owned enterprises is lower than non-state-owned enterprises. Assessing earnings quality using accrual persistence means assessing quality of accruals, in which the positive accruals indicate positive quality of accrual as well. Better quality and persistence of accruals will contribute to the increasing of earnings quality.

This research test 30 manufactured enterprises listed on Indonesian Stock Exchange in 2006-2008, which consist of 23 non-state-owned enterprises and 7 state-owned enterprises. This research is unsuccessful to prove the hypothesis that accrual persistence of state-owned enterprises is lower than accrual persistence of non-state-owned enterprises. The result, there is no significant differences between accrual persistence of state-owned enterprises and non-state-owned enterprises.

Kata Kunci : state ownership, earnings quality, accrual persistence, struktur kepemilikan pemerintah, kualitas laba, persistensi akrual


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.