Laporkan Masalah

Peran Sumberdaya Berwujud dan Tidak Berwujud Dalam Pergeseran Kelompok strategik Pada Industri Perbankan Di Indonesia

AHADIAT, AYI (Adv.: Basu Swastha Dharmmesta, Prof., Dr. M.B.A.), Basu Swastha Dharmmesta, Prof., Dr. M.B.A.

2012 | Tesis | S3 Economics

Penelitian ini menguji peran sumberdaya berwujud dan tidak berwujud apakah menjadi penggerak atau penghambat dalam pergeseran kelompok strategik. Sampel penelitian terdiri atas 126 perusahaan perbankan yang bertahan hidup dari tahun 1999 sampai dengan 2007, meliputi bank persero, bank umum swasta nasional devisa dan non devisa, bank pembangunan daerah, bank campuran, dan bank asing. Analisis klaster K-Means digunakan untuk mengidentifikasi pembentukan kelompok strategik dan analisis pergeseran kelompok strategik dilakukan berdasarkan hasil analisis klaster. Kemudian analisis regresi hirarkis logistik data panel dilakukan untuk melihat pengaruh sumberdaya berwujud dan tidak berwujud terhadap pergeseran kelompok strategik.


Pembentukan kelompok strategik berbasis sumberdaya berhasil merumuskan tipologi strategi pada industri perbankan dalam menempatkan dana, yaitu konservatif, oportunistik, spekulatif, dan progresif. Analisis pergeseran kelompok strategik berhasil mengidentifikasi munculnya stable strategic time periods (SSTP) dan non-SSTP, terdeteksinya kemunculan, kehilangan, atau bertahannya kelompok strategik, dan adanya perubahan komposisi keanggotaan kelompok strategik yang berubah mengikuti pergeseran kelompok strategik.


Hasil analisis regresi hirarkis logistik data panel, kapasitas teknologis, reputasi, perubahan CEO, kepadatan perbankan, dan umur perusahaan mengindikasikan peran sebagai pendorong pergeseran kelompok, sedangkan hasil penelitian mengisyaratkan bahwa kinerja tahun sebelumnya, modal insani, dan kompleksitas struktural merupakan penghambat pergeseran kelompok strategik. Sedangkan sumberdaya fisik, sumberdaya finansial, dan ukuran perusahaan tidak menujukkan perannya baik sebagai pendorong maupun sebagai penghambat pergeseran kelompok strategik.

The research assesses the role of tangible and intangible resources whether as a promoter or a blocker of strategic group change. Samples of the research are 126 Indonesian banking firms, which survived from 1999 to 2007, consists of government owned banks, forex and non forex private national banks, regional development banks, mixed banks, and foreign banks. K-means cluster analysis is utilized to identify strategic group formation and analysis of strategic group change followed on the clusters identified. Then, the panel data hierarchical logistic regression analysis is done in order to detect the influence of tangible and intangible resources on strategic group change.



Resource based strategic grouping analysis successfully formulated the strategy typology of banking firms in allocating their financial resources: conservatives, opportunistic, speculative, and progressive. The analysis of strategic change has identified the stable strategic time periods (STTPs) and non-STTPs, identified occurrence, extinction, or survival of strategic group, and recognize the strategic group membership composition change as the strategic group change took place.



Regression analysis results indicate that technological capacity, reputation, CEO successions, bank density, and firm age promote the strategic group change, while results suggest that past performance, human capital, and structural complexity block or inhibit the strategic group change. The physical resources, financial resources, and firm size fail to show their roles either as promoter or blocker of strategic group change.

Kata Kunci : Analisis klaster K-Means, analisis regresi hirarkis logistik data panel, kapasitas teknologis, reputasi, perubahan CEO, kepadatan perbankan, umur perusahaan, manajemen Sumber daya, manajemen Strategik,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.