Valuasi Ekonomi Area Publik: Studi Kasus Stadion Manahan di Solo
Agus Chairul Saptono (Pembimbing): Drs. Ahmad Makhfatih, M.A., Drs. Ahmad Makhfatih, M.A.
INTISARI
Suatu area publik memberikan manfaat yang nyata bagi pemakainya. Namun karena biasanya tak ada pungutan untuk memanfaatkannya maka nilainya menjadi tak terlihat. Dengan demikian hilang atau berubahnya area publik tersebut untuk keperluan lain yang sering kali dengan mengatasnamakan untuk kepentingan pembangunan sepertinya tidak akan menghilangkan/mengurangi kesejahteraan masyarakat. Lapangan Manahan di Solo adalah area publik yang sejak
dulu dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Kini diatas tanah lapang tersebut dibangun stadion megah. Sayangnya fasilitas tersebut tidak lagi gratis untuk diakses masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan melakukan valuasi ekonomi manfaat yang diterima para pemakai suatu area publik. Dalam hal ini valuasi ekonomi terhadap keberadaan lapangan Manahan di Solo dalam keadaannya sekarang. Metode yang digunakan untuk membuat valuasi ekonomi adalah dengan menghitung besarnya surplus konsumen. Surplus konsumen bila dijumlahkan dengan total expenditure akan diperoleh manfaat total pengguna area publik. Untuk dapat menghitung surplus konsumen terlebih dulu dilakukan
estimasi kurva permintaan. Estimasi permintaan dilakukan dengan metode biaya perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan lapangan Manahan di Solo merupakan model yang baik dalam kebijakan pengembangan area publik. Lapangan Manahan terbukti telah memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat secara luas.
Kata kunci: area publik, valuasi ekonomi, surplus konsumen,
total expenditure, metode biaya perjalanan.
ABSTRACT
A public area provides its users with some advantages. Nevertheles the absence of retribution for its usage makes its value invisible. Therefore, the disappearance or change of public area for some other purposes for sake of development does not seem to eliminate or reduce people's welfare. Manahan square in Solo used to be a public area and could be used by local people for free. Now, a glorious stadium has been built on the spot. Unfortunately, the existing facilities can not be accessed for free any more. This research is aimed to identify and to assess the economic benefit accepted by the public area users. In this case, the economical valuation is applied to the excistence of Manahan stadium at present. The method used to carry out the economic valuation is by calculating the consumers' surplus extent. If the consumers' surplus is added with total expenditure, the public area users' total benefit can be obtained. To calculate the consumers' surplus, an estimation on demand curve should be carried out first. The demand estimation is analyzed through travel cost method. The result of this research shows that Manahan stadium in Solo is a fine model in public area development policy. The stadium has given a lot of advantages to people widely.
Keywords: public area, economic valuation, consumers
surplus, total expenditure, travel cost method.
-
Kata Kunci : Barang Privat dan Barang Publik, Valuasi Lingkungan dan Kebijakan Publik