Laporkan Masalah

Kontribusi Industri Kecil dan Menengah Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat (Studi Kasus pada Industri Rotan di Kabupaten Sukoharjo)

Agung Zulianto (Pemb : Dr. Soeratno, M.Ec), Dr. Soeratno, M.Ec

2003 | Tesis | S2 Management

Usaha industri kecil dan menengah di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting bagi pembangunan ekonomi terutama dari aspek penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Tetapi di pihak lain kondisi industri kecil menengah secara umum ditandai dengan tingkat produktivitas rendah, nilai investasi yang kecil serta kesulitan dalam pemasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknologi produksi, peta produksi, variabel yang mempengaruhi keuntungan dan apakah terdapat perbedaan keuntungan yang signifikan secara statistik dari pengrajin dilihat dari aspek produksi, pemasaran serta sosial dan ekonomi. Dengan menggunakan data primer sebanyak 40 responden yang diambil secara proporsional random sampling dari populasi sebanyak 122 pengrajin. Metode analisis yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb Douglas, multiple regression dan uji beda rata-rata.

Setelah dilakukan analisis didapatkan hasil bahwa tehnologi yang berlaku pada industri rotan tersebut adalah padat modal ditandai dengan distribusi pendapatan pemilik modal menikmati 99,7 persen sebaliknya tenaga kerja hanya menikmati 0,3 persen sementara tahap produksinya adalah rasional pada peta produksi yang ditandai dengan elastisitas produksi untuk modal sebesar 0,919 dan tenaga kerja 0,003. Kemudian variabel nilai produksi menjadi variabel yang paling signifikan menentukan keuntungan sebesar 0,000008 pada alpha 1 persen sedangkan umur usaha dan umur pengrajin serta keanggotaan koperasi tidak signifikan. Secara statistik dengan menggunakan tingkat signifikansi 95 persen terdapat perbedaan keuntungan rata-rata perbulan yang diterima oleh pengrajin dilihat dari aspek produksi yaitu sumber modal, jumlah tenaga kerja serta curahanjam kerja. Juga dari aspek pemasaran maka cara penjualan dan pemasangan iklan signifikan. Dari aspek sosial dan ekonomi maka kriteria keanggotaan koperasi, jumlah anak, umur pengrajin dan ijin usaha tidak signifikan artinya tidak terdapat perbedaan keuntungan rata-rata perbulan yang diterima oleh pengrajin

Dari hasil penelitian diatas maka untuk pengembangan industri rotan di kabupaten Sukoharjo tersebut pemerintah daerah dapat mengambil suatu kebijakan untuk menambah modal bagi pengrajin melalui pemberian fasilitas kredit berupa prosedur dan persyaratan ringan serta pemberian akses informasi yang lebih luas terutama peluang pasar luar negeri

Small and medium enterprises at Indonesia playa very important role in economy development especially alleviation unemployment and increasing of public income. But generally condition of small and medium industries are indicated low productivity, small investment value and marketing difficulties. This research aim to understand production technology, rationality of production area, factors determine of profit, and are there statistically significant different of profit is received by craftsmen from production aspect, marketing aspect and economy and social aspect. By primary data 40 respondents is taken from population of 122 craftsmen use proportional random sampling method. Analitical method is used in this research was Cobb Douglas production• function, multiple regression and different mean test.

The result of this research indicate that capital intensive production technology in rattan industries was signed by income distribution capital's owner of 99,7 percent while man power only 0,3 percent, then production area's rattan industries is rationale was signed by production elasticity of capital 0,919 and man worker 0,003. The Variable of production value is the most significant factor determine of profit 0,000008 at a level of signifience 1 percent, while enterprise age, craftsmen's age and cooperation membership unsignificant. Statistically white at a level of signifience 5 percent found that there are profit different is seen production aspect of capital source, sum of man power and work effective hours. Viewed from marketing aspect selling strategy and advertising are significant. From economy and social aspect that cooperation membership criteria, sum of child, craftsmen's age and enterprises licency unsignificant.

Therefore, it is suggested that to develop of rattan industries at kabupaten Sukoharjo, a local otority can take policies to assist of capital's craftsmen with add of credit facilities especially ease to get a loan with lenient condition and add wider information access especially export market opportunity.

Kata Kunci : Industri Kecil dan Menengah, Indonesia, Industri Rotan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.