Penerapan Pengukuran Kinerja dengan Konsep Balanced Scorecard Pada Instansi Pemerintah: Studi Kasus Pada Kantor Pengelolaan Taman Pintar
AFANDO, YOMI (Pembimbing: Boyke R. Purnomo, S.E., M.M.), Boyke R. Purnomo, S.E., M.M.
Otonomi daerah telah membawa banyak perubahan dalam tatakelola pemerintahan daerah. Otonomi daerah memberikan wewenang yang lebih luas pada daerah dalam mengatur dan mengelola daerah masing-masing. Keberhasilan pengelolaan mandiri tersebut membutuhkan dukungan perencanaan strategis yang matang sehingga misi pemerintah daerah sebagai pelayan masyarakat dapat terwujud. Taman Pintar adalah salah satu instansi pemerintah yang melayani masyarakat dalam bidang pendidikan. Taman Pintar memiliki misi “menumbuhkembangkan minat anak dan generasi muda terhadap sains melalui imajinasi, percobaan dan permainan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas”. Untuk mewujudkannya misi tersebut, Taman Pintar memerlukan sebuah alat penerjemah visi, misi, dan strategi kedalam tindakan-tindakan operasional organisasi sehari-hari. Alat tersebut akan mengarahkan organisasi untuk fokus terhadap pencapaian strategi serta dapat mengukur pencapaian-pencapaian kinerja secara komprehensif, koheren, terukur, dan seimbang. Konsep sistem pengukuran kinerja Balanced scorecard merupakan salah satu alat alternatif yang dapat digunakan Taman Pintar sebagai sistem pengukuran kinerja organisasi.
Tujuan penelitian ini adalah memperkenalkan konsep balanced scorecard kepada Taman Pintar dan apakah balanced scorecard dapat diterapkan sebagai sistem pengukuran kinerja pada Taman Pintar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada Taman Pintar dan menggunakan metode deskriptif dalam menganalisis data. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan konsep pengukuran kinerja berdasarkan konsep balanced scorecard dapat diterapkan pada Taman Pintar dengan penyesuaian-penyesuaian tertentu agar sesuai dengan karakteristik Taman Pintar sebagai sebuah instansi pemerintah.
Regional autonomy has brought many changes into local government governance. Regional autonomy gives a wider authority to organize and to manage their own respective regions. The success of these independent management certainly needs a thorough strategic planning in order to realize the mission of local government as a public servant. Taman Pintar is a government agencies that serve the public in the education sector. Taman Pintar has a mission to develop the interests of children and young generation toward science through imagination, experiments and games in order to develop qualified Indonesian human resources. To realize the mission, Taman Pintar need a tool to translate their vision, mission and strategy into the operational actions of everyday organization process. Those tool will leads the organization to focus on the strategy achievement and to measure the performance achievements in a comprehensive, coherent, scalable, and balanced way. The concept of Balanced Scorecard performance measurement system is one of the alternative tools that can be used by Taman Pintar for its organizations performance measurement system.
The objective of this research is to introduce the concept of balanced scorecard to Taman Pintar and whether the balanced scorecard can be applied as a performance measurement system in Taman Pintar. Case study method is used in this research. To analize the obtained data, descriptive methods was used in this research. The data were gathered via interviews, observation, and documentation. This research concluded that the application of the performance measurement based on the balanced scorecard concept can be applied to Taman Pintar with certain adjustments to conform with the characteristics of Taman Pintar as a government agency.
Kata Kunci : Regional autonomy, strategic planning, balanced scorecard, Otonomi daerah, perencanaan strategis