Analisis Kesiapan Menerapakan Integrated Reporting pada Indeks LQ-45
Adriana (Adv.: Singgih Wijayana,S.E.,M.SC.,Ph.D), Singgih Wijayana,S.E.,M.SC.,Ph.D
Penelitian ini memberikan analisis mengenai tingkat kesesuaian laporan tahunan pada indeks LQ-45 terhadap
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62,22% perusahaan cukup siap untuk menerapkan IR. Perusahaan-perusahaan tersebut tergolong menengah kesesuaian laporannya terhadap
Penelitian ini merekomendasi lima perusahaan untuk mempertimbangkan IR sebagai model pelaporannya. Lima perusahaan tersebut adalah SMGR, BMRI, PTBA, ADRO dan BBNI. Lima perusahaan tersebut memiliki tingkat kesesuaian paling tinggi terhadap
Penelitian diharapkan memberikan pemahaman mengenai pentingnya IR sebagai model pelaporan korporasi. Hasil penelitian diharapkan pula menjadi pertimbangan untuk menerapkan IR pada masa mendatang. Selain itu, hasil penelitian diharapkan berkontribusi dalam pengembangan IR sebagai model pelaporan korporasi di Indonesia.
This study provides an analysis related to the appropriateness of annual reports of companies registered at LQ-45 index compared to
The results of this study indicate that about 62,22% of companies are quite ready to apply integrated reporting. These companies have the average level of integrated reporting according to
On the basis of this study, 5 companies are recommended to consider integrated reporting as their reporting model in the future. The companies are SMGR, BMRI, PTBA, ADRO dan BBNI with the highest accodance to
This study gives the understanding of the importance of integrated reporting as corporate reporting model. It can be considered for public companies in Indonesia to apply integrated reporting. Lastly, it can contribute to the development of integrated reporting in Indonesia.
Kata Kunci : Integrated reporting, IR Framework, LQ-45s companies