Asosiasi Desain Kompensasi Insentif dan Motivasi Kerja Manajer dengan Misi Strategik sebagai Variabel Pemoderasi
ADLI (Pembimbing: Dr. Suwardjono, MSc), Pembimbing : Dr. Suwardjono, MSc
2001 | Tesis | S2 Accounting
Penelitian ini menguji salah satu komponen kunci sistem pengendalian manajemen yaitu desain kompensasi insentif, terutama dalam hubungannya dengan motivasi kerja dan strategi suatu unit hisnis. Lehih khusus penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh interaksi antara desain kompensasi insentif dan misi strategik terhadap motivasi kerja manajer unit bisnis. Penelitian ini merupakan pengujian empiris proposisi Fisher dan Govindarajan (1993).
Penelitian ini mengumpulkan data melalui survei per pos atas manager unit bisnis dari herbagai perusahaan dan industri di Indonesia. Dengan moderated regression analysis (A/1RA) penelitian ini menemukan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara desain kompensasi insentif clan misi strategik terhadap motivasi kerja manajer unit bisnis. Tidak didukungnya hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini di duga karena instrumen pengukuran motivasikerja menggunakan paradigm pengharapan. Hasil penelitian ini tidak dapat mengkonfirmasi proposisi yang dikemukakan oleh Fisher dan Govindarajan.
The study examined one of the key components of the control ,system, the incentive compensation design, especially in its relationship with motivation and strategy of a strategic bushiness unit (SBU). Specifically, the study examined the interaction effect between incentive compensation design and strategic mission on the motivation of SBU managers. The study was an emperical exemination of Fisher and Govindarajan proposition (1993).
The study collected data through mail survey on SBU managers in various companies and industries in Indonesia. Using moderated regression analysis (MRA), the study found that there was no interaction effect between incentive compensation design and strategic mission on the motivation SBU managers . The hipothesis which was proposed in the study could not supported because instrument measurement motivation used expectation paradigm. The study could not confirm Fisher and Govindargian proposition.
Kata Kunci : Desain Kompensasi insentif,Misi Strategik, Motivasi