Laporkan Masalah

Analisis Pengungkapan Tata Kelola Bank syariah Di Indonesia Periode 2010-2012

ADIYONO, CAHYO LUTHFI (Adv.: Mahfud Sholihin, Ph.D.), Mahfud Sholihin, Ph.D.

2013 | Skripsi | S1 Accounting

Adanya risiko yang tinggi dalam kontrak bagi hasil menunjukkan bahwa bank-bank syariah memerlukan praktik dan pelaporan tata kelola perusahaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengungkapan tata kelola Bank-bank Umum Syariah di Indonesia dalam laporan tahunan untuk periode 2010, 2011, dan 2012 menggunakan metode analisis konten. Laporan tahunan sembilan dari sebelas Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia dibandingkan dengan lima belas indikator yang diambil dari Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/33/PBI/2009.

Ditemukan bahwa Bank Syariah Mandiri, BCA Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia memiliki nilai pengungkapan tertinggi, sementara Bank Syariah Bukopin memiliki pertumbuhan pengungkapan tertinggi. Kebijakan remunerasi, frekuensi rapat Dewan Komisaris, dan dana kegiatan sosial lebih banyak diungkapkan dibanding indikator lainnya. Tingkat pengungkapan tata kelola bank-bank syariah Indonesia dan pertumbuhannya belumlah tinggi.

Hasil penelitian ini menunjukkan akan perlunya peningkatan kualitas pengungkapan tata kelola di dalam laporan tahunan bank-bank syariah.

The high risk of profit-sharing contract calls for the need of good corporate governance practice and reporting in Islamic banks. This research is aimed to explore the corporate governance disclosure of Indonesian Islamic commercial banks in their annual report for 2010, 2011, and 2012 using content analysis method. The annual report of nine of eleven Islamic commercial banks listed on Bank Indonesia is compared with fifteen indicators taken from Bank Indonesia Regulation Number 11/33/PBI/2009.

It is revealed that Bank Syariah Mandiri, BCA Syariah, and Bank Muamalat Indonesia get the highest disclosure scores, while Bank Syariah Bukopin scores the highest disclosure growth. The policy on remuneration, frequency of meetings of the Board of Commissioners, and fund distribution for social causes are disclosed more than other indicators. The level and growth of corporate governance disclosure of Islamic banks in Indonesia isnÂ’t virtually high.

The result of this research shows the need to increase the quality of corporate governance disclosure in Islamic banksÂ’ annual reports.

Kata Kunci : tata kelola perusahaan, pengungkapan, peraturan tata kelola, bank syariah, corporate governance, disclosure, governance regulation, Islamic banks.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.