Evaluasi Pengendalian Internal Terhadap Prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Kas atas Dana Masyarakat di Fakultas Teknik UGM( Studi Kasus: Kantor Pusat Tata Usaha Fakultas Teknik UGM Yogyakarta)
ADITYA PUTRA SETIAWAN (Pembimbing: Sugiarto, Drs., M.Acc., M.B.A.), Sugiarto, Drs., M.Acc., M.B.A.
Kas, yaitu aktiva yang paling likuid, merupakan media pertukaran standar dan dasar pengukuran serta akuntansi untuk semua pos-pos lainnya. Umumnya sebagian besar transaksi akan melibatkan kas. Oleh sebab itu, pengendalian internal atas kas sangat diperlukan guna menghindari terjadinya penyelewengan yang dilakukan terhadap kas. Pengendalian internal adalah suatu proses-yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen, dan personel lain entitas-yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: (a) keandalan pelaporan keuangan, (b) efektivitas dan efisiensi operasi, dan (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sistem pengendalian internal dana masyarakat pada bagian keuangan KPTU Fakultas Teknik Universtas Gadjah Mada telah berjalan secara efektif. Tingkat efektivitas pengendalian internal diukur berdasarkan komponen kerangka kerja pengendalian internal yang telah disusun oleh COSO, yang terdiri dari dari 5 (lima) komponen utama, yaitu: lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan.
Dari deskripsi temuan dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa komponen lingkungan pengendalian, penilaian risiko, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pada pengendalian internal kas dana masyarakat tidak efektif, sedangkan komponen aktivitas pengendalian telah efektif. Secara keseluruhan, pengendalian internal atas pengelolaan dana masyarakat telah memadai, hanya terdapat beberapa komponen yang belum memiliki kebijakan yang dituangkan dalam sebuah peraturan yang jelas untuk mengaturnya.
Cash, which is the most liquid asset, is a standard exchange media, basic measurement and accounting for all posts. Generally, most transactions will involve cash and for that reason, the internal control over cash is needed to avoid fraud against cash. Internal control is a process-affected by an entity's board of directors, managers, and other personnel-designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following categories: a) Effectiveness and efficiency of operations; b) Reliability of financial reporting; and c) Compliance with laws and regulations.
The purpose of this study was to determine whether internal control systems of public funds in finance department of Faculty of Engineering, University of Gadjah Mada have been working effectively. The measurement degree of internal control effectiveness is based on the components of internal control framework that had been developed by COSO, which consists of 5 (five) main components: control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring.
From the description of findings and data analysis that have been done, it can be concluded that the components of control environment, risk assessment, information and communication, and internal control cash monitor of public funds is not effective, while the components of control activities have already been effective. Overall, internal control over the management of public funds has been adequate. There are only a few components that do not have an outlined policy in form of rules to regulate it.
Kata Kunci : cash, internal control, COSO, public fund, kas, pengendalian internal, COSO, dana masyarakat