Pemodelan Penyuapan Pajak di Indonesia dengan Skema Game Theory
ADIRAMA, FARZA FAREMI (Pembimbing: Rimawan Pradiptyo, Dr., M.Sc.), Rimawan Pradiptyo, Dr., M.Sc.
Penyuapan pajak adalah hal yang dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia terus terjadi secara sembunyi-sembunyi di Republik ini. Kasus mafia pajak Gayus H.Tambunan membuka kenyataan tersebut dengan negara dirugikan hingga ratusan miliar rupiah. Dalam model, dibangun sebuah alur permainan bagaimana penyuapan dalam bidang perpajakan bisa terjadi. Pemain dalam permainan ini adalah wajib pajak dan petugas pajak. Nature membagi kedua pemain berdasarkan kemungkinan terjadinya penyuapan, dari pihak wajib pajak, atau pungutan liar (pungli) dari pihak petugas pajak. Kedua pemain mempertimbangkan hasil yang didapat (payoff) dari setiap kemungkinan pilihan tindakannya. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa apabila keuntungan dari tindak penyuapan/pungutan liar masih lebih besar dari ancaman hukuman dikali kemungkinan tertangkapnya seseorang, maka penyuapan/pungli tersebut masih akan dibayar/diterima oleh wajib pajak maupun petugas pajak.
Tax bribing is something that held belief by some Indonesian happen collusively behind the back of this Republic. The Gayus H. Tambunan case open those opinion and the country is corrupted up to hundreds billion rupiah. In this paper we built the model of tax bribing game. The players are tax player and tax officer. Nature split both based on the possibility of offering the bribe for tax payers, or extortion for tax officers. Payoff is the determining factor for both players. The result in general shows that if the benefit from bribing or extortion is bigger than sanction times the probability of someone caught, therefore bribing/extortion still happened.
Kata Kunci : Game, Nature, Payoff, Gayus H. Tambunan, Permainan, Gayus H. Tambunan, Pajak