Perhitungan Nilai Manfaat dan Biaya: Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia Tahun 2011
Adhisti, Mita (Adv: Ahmad Jamli, drs., M.A.), Ahmad Jamli, drs., M.A.
Skripsi ini bertujuan untuk menghitung estimasi nilai manfaat bersih yang diterima oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Korea Selatan, Malaysia, Singapura dan Taiwan. Hasil perhitungan digunakan sebagai landasan dalam proses pengambilan keputusan individu untuk memilih negara tujuan kerja. Perhitungan yang dilakukan mengacu pada model nilai manfaat dan biaya migrasi internasional yang dikembangkan oleh Massey et al (1993).
Adapun variabel yang digunakan di dalam model adalah probabilitas menghindari deportasi di negara penempatan, probabilitas mendapatkan pekerjaan di Indonesia dan negara penempatan, penghasilan tenaga kerja di Indonesia dan negara penempatan, suku bunga riil, masa kontrak kerja, dan biaya perpindahan. Data yang digunakan adalah data sekunder dan primer. Pengumpulan data primer dengan menggunakan metode survei, yaitu penyebaran kuesioner kepada Calon TKI yang mengikuti pelatihan di PT. Putra Jabung Perkasa, Bekasi dan pembekalan akhir pemberangkatan di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN), Ciracas - Jakarta Timur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi nilai manfaat bersih yang diterima TKI yang bekerja di Korea Selatan dan Taiwan selama masa kerja tiga tahun adalah sebesar 234,5 dan 130,8 juta rupiah. Sedangkan untuk masa kerja dua tahun, estimasi nilai manfaat bersih yang diterima TKI Singapura sebesar 48,5 juta rupiah dan TKI Malaysia sebesar 39 juta rupiah.
This thesis aims to calculate estimated net benefits that are obtained by Indonesian migrant workers who work in South Korea, Malaysia, Singapore, and Taiwan. The finding results are used as the alternative choices in individual decision making process to choose working destination country. The calculations are based on international migration cost-benefit model that had been constructed by Massey et al (1993).
This research uses probability of avoiding deportation from the area of destination, probability of employement at the destination country and in the country of origin, earnings if employed at the place of destination and in the community of origin, real interest rate, working years, and moving costs as variables in the models. As for data, this research uses primary and secondary data. The methodology to collect primary data uses survey method through distribution of questionnaires to Indonesian migrant workers who attend a training at PT. Putra Jabung Perkasa, Bekasi and a final pre-departure briefing at Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN), Ciracas - Jakarta Timur.
The results show that the estimated net benefits obtained by Indonesian migrant workers in South Korea and Taiwan are 234.5 and 130.8 million rupiah for three-year work period. On the other hand, estimated net benefits obtained by Indonesian migrant workers in Singapore and Malaysia are 48.5 and 39 million rupiah for two-year work period.
Kata Kunci : migrasi internasional, tenaga kerja Indonesia (TKI), nilai manfaat dan biaya, international migration, Indonesian migrant workers (TKI), cost-benefit value