Effect Of Unconditional Cash Transfer To Secondary Schooling In Indonesia
Adani, Nadhila (Adv.: Elan Satriawan, Ph.D.), Elan Satriawan, Ph.D.
Pada tahun 2005, pemerintah Indonesia mengurangi subsidi bahan bakar karena porsinya yang besar dalam pengeluaran pemerintah. Hal tersebut menyebabkan harga bahan bakar naik 128 persen, dan inflasi naik sebesar 8.7 persen. Program transfer tidak bersyarat Bantuan Langsung Tunai (BLT) diimplementasikan untuk menolong keluarga miskin dalam penyesuaian perubahan harga. Walaupun BLT tidak bertujuan untuk menurunkan tingkat kemiskinan dalam jangka panjang, namun telah berhasil meningkatkan pendidikan, ketenagakerjaan dan kesehatan. Studi ini meneliti dampak spesifik BLT pada pendidikan anak umur 12-18 tahun dan partisipasi serta keberlanjutan mereka sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan menggunakan metode fixed effect, dan pooled cross section dari data Indonesian Family Life Survey tahun 2000 dan 2007, BLT terbukti meningkatkan probabilitas anak bersekolah sebesar 4.7 hingga 9 persen, meningkatkan 7.8 hingga 25.3 persen keberlanjutan ke Sekolah Menengah Pertama, dan meningkatkan 7.7 hingga 11.6 persen partisipasi sekolah di Sekolah Menengah Pertama. BLT tidak terbukti signifikan di ketiga aspek tersebut pada jenjang Sekolah Menengah Atas.
In 2005, the Indonesian government decreased fuel subsidies due to its large portion in government spending, which caused the price of fuel to increase by 128 percent, and inflation to rise by 8.7 percent. An unconditional cash transfer program called BantuanLangsungTunai (BLT) was implemented to help poor families adjust to price changes. Although BLT did not aim at long-term poverty alleviation, it improved education, labour and health outcomes. This paper examines specific effects of BLT on the education of children age 12 to 18 years old and their participation and continuation to higher level of secondary school. Using fixed effect method, and pooled cross section data from Indonesian Family Life Survey 2000 and 2007, BLT is found to have 4.7 to 9 percent higher probability of impact on enrolment, 7.8 to 25.3 percent on continuation to junior secondary, and 7.7 to 11.6 percent on participation in junior secondary. BLT is found to be insignificant in all three aspects at senior secondary level.
Kata Kunci : pendidikan, transfer pemerintah, BLT, IFLS, education, unconditional cash transfer.