Analisa Hubungan Asimetri Informasi, Likuiditas dan Cost of Equity Capital Pada Kelompok Saham Unggulan di PT. BEJ
Achmad Akbar Dodik (Pembimbing: Dr. Suwardjono, M.Sc.), Dr. Suwardjono, M.Sc.
ABSTRAK
ANALISA HUBUNGAN ASIMETRI INFORMASI, LIKUIDITAS DAN COST OF
EQUITY CAPITAL PADA KELOMPOK SAHAM UNGGULAN DI PT BEJ
Dodik Achmad Akbar
97/117128/EE/947
Fakultas Ekonomi Program S1-Ekstensi
Universitas Gadjah Mada
Teori public interest menjelaskan bahwa tujuan diadakannya regulasi akuntansi keuangadi pasar modal adalah untuk memberikan keadilan dalam pasar modal. Keadilan didefinisikan sebagai pemberian kesempatan yang sama melalui pemberian informasi yang simetris kepada semua pihak di pasar modal. Pemberian informasi yang simetris kepada semua pihak di pasar modal bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pasar modal. Melalui rerangka teori publik interest, Na'im (1997) memberikan argumen bahwa UU RI No.8 memberikan dampak peningkatan efisiensi pasar modal melalui penurunan asimetri informasi diantara investor di pasar modal. Berangkat dari hasil penelitian tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah argument yang disampaikan Na'im (1997) mengenai dampak positif dari regulasi akuntansi keuangan tersebut terhadap peningkatan efisiensi pasar modal melalui pemberian informasi keuangan yang simetris adalah benar. Penelitian ini merupakan event study yang menggunakan model analitisnya Diamond dan Verrechia (1991) untuk mengetahui dampak UU No.8 1995 terhadap keadilan dan efisiensi pasar
modal. Keadilan di pasar modal diukur melalui penurunan asimetri informasi diantara investor di pasar modal. Peningkatan efisiensi pasar modal diukur melalui peningkatan likuiditas dan penurunan cost of equity capital di pasar modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara asimetri informasi (spread mean) sebelum dengan asimetri informasi (spread mean) sesudah pengungkapan informasi keuangan kepada publik, terdapat asosiasi negatif antara asimetri informasi dan likuiditas secara signifikan, terdapat asosiasi negatif antara likuiditas dan cost of equity capital secara signifikan, dan tidak terdapat asosiasi positif antara asimetri informasi dan cost of equity capital secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa UU No.8 1995 belum efektif memberikan keadilan dalam pasar modal, sehingga belum efektif dalam meningkatkan efisiensi pasar modal. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa, penurunan asimetri informasi diantara investor memberikan dampak meningkatkan likuiditas dan peningkatan likuiditas memberikan dampak penurunan cost of equity capital. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah masih diperlukan upaya untuk meningkatkan efektivitas regulasi akuntansi keuangan di pasar modal Indonesia, baik dari pihak Bapepam maupun dari pihak manajemen perusahaan.
Kata kunci: teori public interest, regulasi akuntansi keuangan, keadilan, efisiensi pasar modal, asimetri informasi, likuiditas, dan cost of equity capital.
xiii
Kata Kunci : Teori Mengenai Tujuan Regulasi Akuntansi Keuangan, Pengungkapan dan Asimetri Informasi