Laporkan Masalah

Analisis efektifitas pemungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) studi kasus kabupaten Sumba Barat

ABIDIN, ARIF , Drs. Harnanto, M.Soc,Sc, Ak

2009 | Skripsi | S1 Accounting

Bergesernya sistem pemerintahan Indonesia dari sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi telah memberikan konsekuensi logis terhadap pemerintah daerah untuk menggali potensi sumber keuangannya sendiri dalam rangka meningkatkan pendapatannya, terutama melalui sektor pajak, khususnya sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Sama dengan pemerintah daerah lainnya di Indonesia, Kabupaten Sumba Barat saat sangat gencar menciptakan strategi-strategi dalam rangka meningkatkan pendapatannya melalui sektor ini.

Penelitian ini mencoba mengupas lebih dalam tentang efektivitas dan efesiensi pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat, baik dari laju pertumbuhannya, yakni antara tahun 2000 sampai tahun 2007, maupun upaya-upaya dari Pemerintah Daerah Sumba Barat dalam rangka meningkatkan penerimaan pendapatan dari sektor ini. Sementara itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualititif digunakan untuk melihat gambaran data secara faktual, sedangkan metode kuantitif digunakan untuk melihat laju pertumbuhan peningkatan PBB secara persentase.

Hasil penelitian menggambarkan bahwa laju pertumbuhan pendapatan dari sektor PBB secara umum dari tahun 2000-2007 mengalami peningkatan. Tetapi sektor ini merupakan sektor penyumbang terkecil untuk APBD. Sementara itu, tingkat efesiensi dan efektivitas pemungutan PBB secara umum baik.

Ada beberapa upaya untuk lebih menyempurnakan tingkat keberhasilan dalam pemungutan pajak agar lebih efesien dan efektif, yaitu: pertama, adanya koordinasi yang harmonis antara dinas-dinas terkait untuk memperbaiki database, kedua, adanya peningkat SDM yang berkualitas, serta sesuai dengan bidangnya, dan yang ketiga, adanya sosialiasi yang intensif sehingga masyarakat secara sadar dapat memenuhi tanggung jawabnya sebagai wajib pajak.

The shifting in Indonesian governance system from centralization system goes to decentralization system have given reasonable consequences to local government to dig up its own financial source potency in order to increase its income, particularly through taxes sector, notably sectorallies Land Tax and Building (PBB) Equal to another local government at Indonesian, West Sumba's regency so incessant creates strategy in order to increase its income through this sector.


This research tries to get a deeper analyze about effectiveness and efficiency on Land Tax and Building taxation (PBB) that did by West Sumba's Regency Local Government, both of its growth rate, between 2000 until 2007, and also efforts of West Sumba's Local Governments in order to increase revenues of this sector. Meanwhile, the method of this research is qualitative and quantitative. Qualitative method is used to see the figure of data factually, meanwhile quantitative method is used to see percentage of PBB'S step-up growth rate.


The research result explains that growth rate of PBB'S sector has generally increased in 2000-2007. But this sector is the fewest contributor for APBD. In general, meanwhile the eficiency and effectiveness of PBB taxation is well.


There are several effort to improve on regressive taxation success to be more efficient and effective, which is: First, the presence of harmonious coordination among associated department to fix database of taxpayer. Second, the presence of qualified and appropriate human resources improvement. Third, the presence of intensive socialization to improve society consciousnesss and responsibility as taxpayer.

Kata Kunci : Tingkat Efesiensi dan Efektivitas; Pajak Bumi dan Bangunan; Sumber daya manusia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.