Analisis Struktur - perilaku dan kinerja industri rokok kretek di indonesia tahun 1992 – 1996 (studi kasus : 10 perusahaan terbesar)
Aan Julia (Adv: Prof.Dr.Sukadji Ranuwihardja,MA), Prof.Dr.Sukadji Ranuwihardja,MA
2001 | Tesis | S2 EconomicsTulisan ini menyajikan analisis empiris mengenai hubungan antara penguasaan pasar perusahaan rokok kretek yang ada di Indonesia ini yang dipengaruhi oleh integritas iklan yang dikeluarkan serta kinerja atau kekuatan pasar perusahaan itu sendiri, ataukah justru antara ketiga hal tersebut saling mempengaruhi. Analisis ini menggunakan paradigma structure, conduct and pe1f omance dalam teori organisasi industri. Penelitian ini menggunakan data panel dari 10 perusahaan terbesar selama periode 1992- 1996.Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan estimasi apabila hubungan tersebut dipandang sebagai persamaan tunggal atau juga jika dipandang sebagai persamaan simultan, karena dalam persamaan simultan apabila salah satu komponen berubah, maka komponen komponen lain secara serentak dan simultan juga berubah, sehingga terkadang hasil yang diperoleh menjadi tidak signifikan. Lain halnya jika dipandang sebagai suatu persamaan tunggal.Hal lain yang cukup mengejutkan adalah industri rokok kretek yang tergolong berstruktur pasar oligopoli ketat atau memiliki konsentrasi yang tinggi, temyata memiliki perilaku seperti industri yang memiliki tingkat konsentrasi yang rendah sampai menengah. Hal itu ditunjukkan dengan adanya hubungan negatif antara integritas periklanan terhadap penguasaan pasar, dan atau hubungan positif antara tingkat konsentrasi atau penguasaan pasar terhadap integritas periklanan. Kondisi seperti di atas terjadi karena diantara kesepuluh perusahaan tersebut temyata masih terjadi kompetisi harga dan baru mulai mengacu pada kompetisi non harga, seperti adanya kolusi dan pengaturan dalam masalah mempromosikan produk atau iklan yang baru dilakukan akhir akhir ini. Sedangkan dari kinerja perusahaan sudah menunjukkan suatu industri yang memiliki konsentrasi tinggi.
This paper presents an empirical analysis about structure - conduct -performance paradigm in kretek cigarette industry in Indonesia in 1992 - 1996. This research using panel data from the 10 biggest firms for 5 years with fixed effect models. The results show that estimate using the single equation gives different result, if compared with using simultaneous equations. In simultaneous equation if one component changes will influence other components at the same time and simultanous, so sometimes has no significant effect. This is quite different with a single equation. Suprisingly, that kretek cigarette industry has tight oligopoly market structure or with high concentration. Yet their conduct in industry show a characteristic industry with low to moderate concentration, where that have positive relation between concentration and advertising. This condition happened because among those 10 firms still has price competition like typically with low concentration or just starting with non price competition
Kata Kunci : struktur industri,kinerja industri,kinerja industri rokok,pangsa pasar (MS), rasio integritas periklanan , kekuatan pasar , panel data