Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Peristiwa Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Tanggal 1 Oktober 2005 (Studi Terhadap Saham ILQ 45)
Nurcahyanti, Wikan , Drs. M. Irfan Nursasmito, M. Si., Ak.
2007 | Skripsi | S1 Extention - AccountingTujuan dari studi ini adalah untuk menemukan korelasi antara kenaikan harga bahan bakar minyak tanggal 1 Oktober 2005 dan reaksi perubahan saham, khususnya di Bursa Efek Jakarta (yang direfleksikan dengan perubahan harga saham). Dalam batas selanjutnya, perubahan harga saham diproksikan dengan return tidak normal. Teknik studi peristiwa yang digunakan dalam penelitian ini diamati dengan return tidak normal. Sampel yang digunakan dalam studi ini adalah 45 saham yang termasuk dalam indeks LQ 45. Periode peristiwa yang akan dianalisis adalah perubahan selama 5 hari dan periode estimasinya adalah perubahan selama 100 hari. Penelitian ini meneliti peristiwa yang timbul dengan menggunakan dua metode analisis, yaitu: metodologi studi peristiwa untuk menganalisis reaksi pasar dan analisis perbedaan secara statistik yang disebabkan oleh peristiwa kenaikan harga bahan bakar minyak. Hasil yang diperoleh adalah bahwa return tidak normal dalam lima hari selama periode peristiwa adalah signifikan secara statistik. Hasil analisis uji perbedaan rata-rata mengenai return tidak normal sebelum dan setelah peristiwa, ditunjukkan bahwa rata-rata return tidak normal sebelum dan setelah peristiwa tidak signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa harga saham tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap peristiwa kenaikan harga bahan bakar minyak. Keywords: pasar modal, Bursa Efek Jakarta, studi peristiwa, return tidak normal
The objective of this study is to find out the correlations between rise in prices refined fuel oil on Oktober 1, 2005 and stock exchange reaction, especially Jakarta Stock Exchange (reflected by stock price changes). In the next terms, abnormal return proxies the stock price changes. Event study technique is used for this observation with abnormal return. Samples will be used in this study is 45 stocks that include in LQ 45 index. Event period that will be analyzed is five exchange days and the estimate period is 100 exchange days. This research explored the issue by applying two methods of analysis: the event study methodology for analyzing the market reactions and the analysis of statistical differences caused by the event. The results showed that abnormal return in five days for the event period is significant statistically. The test of different mean analysis result about abnormal return before and after that event, showed that both of mean statistically are not significant by different. These were meant that stock price didn"t have any significant correlation to that event. Keywords: capital market, Jakarta Stock Exchange, event study, abnormal return.
Kata Kunci : capital market, Jakarta Stock Exchange, event study, abnormal return, pasar modal, Bursa Efek Jakarta, studi peristiwa, return tidak normal