Alokasi Biaya dalam Kerjasama Antar Pemerintah Daerah
Rokhayati, Drs. Rusdi Akbar, M.Sc.
2007 | Tesis | S2 Magister AccountancyPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggali isu tentang alokasi biaya dalam kerjasama antar pemda, dan untuk menyoroti penerapan akuntansi pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah di Indonesia. pendekatan yang digunakan adalah studi kasus tunggal dengan obyek penelitian: kerjasama Pemda Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta atas penyediaan area TPA sampah Piyungan. Data yang dikumpulkan terdiri dari dokumen-dokumen kerjasama ketiga daerah, data tentang TPA dan proses pengelolaan landfill, komponen biaya yang dibebankan dan dasar alokasi biaya yang digunakan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dievaluasi dan dibandingkan dengan teori dan ketentuan full cost accounting yang dikeluarkan oleh UNEP, untuk dapat mengetahui perbedaannya. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa biaya TPA Piyungan yang dialokasikan kepada ketiga pemda yang terlibat dalam kerjasama, hanya biaya operasional yang bersifat current. Biaya depresiasi aktiva tetap, semula direncanakan akan dialokasikan, tetapi dalam realisasinya biaya ini tidak dialokasikan. Sedangkan biaya penutupan dan paska penutupan TPA belum diperhitungkan. Ini menunjukan bahwa konsep full cost accounting untuk pengelolaan landfill pembuangan sampah, belum diterapkan. Dasar yang digunakan untuk alokasi biaya operasional TPA kepada masing-masing pemda adalah proyeksi volume sampah buangan dengan mempertimbangkan beberapa faktor kompromi, sehingga proporsi/sharing setiap pemda cenderung statis untuk selama periode tertentu. Kata-kata kunci: Alokasi Biaya, Financial Sharing, Full Cost Accounting, Kerjasama Pemda,, Waste Management.
The main purposes of this research are exploring cost allocation issues in the joint-cooperation between local governments, and evaluating the accountancy of waste-landfill-management in Indonesia. This is a single case study research, and the research object is: the joint-cooperation between the local governments of Bantul regency, Sleman regency, and Yogyakarta city, on providing of Piyungan waste-landfill. Data gathered consist of: some cooperation documents, waste management in Piyungan landfill, cost component allocated, and cost base allocations. Some technics used to collect the data, those are: interviews, observations and documents review. Finally to analyse, data will be compared to some theories and to full cost accounting internationally standarded by UNEP, to reveal the differences. In Piyungan landfill, the cost allocated for each parties is only the operational or current cost. Depreciation cost once planned to be allocated but it is not allocated. The cooperations, does not reckon the closure and post closure cost of Piyungan landfill. It clearly notify there is any amortisation cost noted. These indicate that full cost accounting of waste-landfill management was not applied yet. The cost allocation base used in this cooperation is waste volume projected for each regency, and modified by some compromise factors. These combination makes the sharing percentage of each parties more static for some periods. Keywords: Cost Allocation, Financial Sharing, Full Cost Accounting, Joint Cooperation, Joint Provision, Waste Management.
Kata Kunci : Alokasi Biaya, Kerjasama Pemda, Cost Allocation, Financial Sharing, Full Cost Accounting, Joint Cooperation, Joint Provision, Waste Management