Laporkan Masalah

PENERAPAN ACTIVITY-BASED COSTING DALAM PENENTUAN TARIF JASA LABORATORIUM (Studi kasus :Kemungkinan Penerapannya pada Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta)

Sukmawati, Meta , R.A. Supriyono, S.U., Ak

2007 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Keakuratan dalam menentukan cost produk/jasa sangat dibutuhkan bagi suatu organisasi, baik bagi organisasi manufaktur maupun organisasi jasa. Pelekatan cost yang akurat akan dapat membantu organisasi dalam menentukan harga produk yang kompetitif. Terlebih lagi, bila organisasi tersebut berada dalam lingkungan dunia usaha yang terus berubah dan semakin kompleks. Untuk mendukung keunggulan komparatif dalam menghadapi dunia usaha yang semakin kompleks, suatu organisasi harus mampu mengubah sistem akuntansinya sehingga sesuai dengan perkembangan. Activity based costing (ABC) merupakan sistem akuntansi biaya yang menyediakan informasi cost produk atau jasa secara akurat sehingga informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar yang dapat diandalkan untuk penetapan kebijakan harga jual produk atau jasa. Rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta sebagai organisasi jasa juga membutuhkan informasi biaya untuk penentuan tarif jasanya. Salah satu bagian dari rumah sakit yang membutuhkan informasi biaya untuk penentuan tarif jasanya adalah instalasi laboratorium. Instalasi laboratorium tidak dapat melakukan penentuan cost secara akurat. Di sisi lain persaingan semakin ketat sehingga dibutuhkan sistem akuntansi biaya baru yang dapat menentukan cost secara akurat. Sistem ABC adalah sistem akuntansi biaya yang terdiri atas dua tahap yaitu pertama melacak biaya pada berbagai aktivitas dan kemudian ke berbagai produk. Sistem ABC menggunakan cost driver dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan sistem tradisional yang hanya menggunakan satu atau dua cost driver berdasar unit. Oleh karena itu, sistem ABC mampu menentukan biaya produk yang lebih akurat dan tidak menimbulkan distorsi biaya. Selain itu, sistem ABC dapat meningkatkan mutu pengambilan keputusan sehingga dapat membantu pihak manajemen memperbaiki perencanaan strategisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui apakah instalasi laboratorium memiliki kriteria yang diperlukan untuk menerapkan activity based costing, (2) untuk mengetahui penentuan tarif jasa laboratorium yang berlaku di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta, (3) untuk memberikan gambaran dan mengenalkan konsep activity based costing dalam penentuan tarif jasa pemeriksaan laboratorium rumah sakit, (4) untuk mengetahui besarnya tarif jasa pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan activity based costing, (5) untuk mengetahui perbedaan antara penerapan activity based costing dengan sistem penentuan tarif yang digunakan saat ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa instalasi laboratorium RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta memenuhi syarat penerapan sistem ABC yaitu: (1) diversitas produk relatif tinggi, yaitu menghasilkan 79 jenis pemeriksaan dan beberapa jenis pemeriksaan menggunakan peralatan medis yang sama, (2) menghadapi persaingan yang ketat, (3) biaya pengukuran relatif rendah karena informasi yang dibutuhkan untuk sistem ABC telah tersedia. Perhitungan antara tarif awal atau tarif yang sedang berlaku di laboratorium dengan tarif hasil perhitungan (ABC) menunjukkan perbedaan yang signifikan. Dengan adanya perbedaan yang signifikan antara tarif awal dengan tarif hasil perhitungan (ABC), penentuan tarif pemeriksaan instalasi laboratorium yang selama ini berlaku perlu ditinjau kembali. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem ABC dapat dipertimbangkan untuk diterapkan sebagai sistem akuntansi biaya baru yang membantu menentukan tarif jasa pemeriksaan laboratorium yang lebih akurat.

Accuracy in determining cost of product/service is very needed in an organization, both manufacture and service organization. Accurate cost adhesion will help organization in finding a competitive product price. Moreover, it is necessary if the organization is located in a continuously changing and complex business environment. To support comparative superiority in facing a complex business environment, an organization should change the accounting system to adapt with the development process. Activity-based costing (ABC) is a cost accounting system that provide cost of product or service accurately that can be used as base in determining product or service selling price. PKU Muhammadiyah Yogyakarta hospital as a service organization also needs cost information to determine the service rate. Laboratory installation is one part of the hospital that needs those kinds of information. Laboratory installation could not determine the cost accurately. Because of that, it needs a new cost accounting system that can be used to determine cost accurately because of the strictly competition. ABC system consists of 2 steps. First, it traces the cost to the activities and then to the product it selves. ABC system uses many cost drivers compared with traditional system that only uses one or two cost driver based on unit. Because of that, ABC system is able to determine accurate product cost and it does not cause cost distortion. Besides, ABC system is able to improve decision making so that it can help the management improving strategic planning. The aims of this research are : (1) finding whether laboratory installation has the criteria needed to apply activity based costing, (2) knowing the laboratory service rate application in PKU Muhammadiyah Yogyakarta hospital, (3) giving a description and introducing activity-based costing concept in determining laboratory service rate, (4) knowing the amount of laboratory service rate in PKU Muhammadiyah Yogyakarta hospital using activity based costing system, (5) finding the different between activity based costing system implementation and the system used at the moment. The result shows that laboratory installation in PKU Muhammadiyah Yogyakarta fulfills the requirement of ABC system, those are: (1) high product diversities, i.e. 79 types of checking and several types of checking use the same medical equipment, (2) having strong competition, (3) low measurement rate because the information used for ABC system is available. The calculation between the services rates used at the moment compared with ABC system shows significant difference. The significant difference between previous rate and ABC rate makes the system of laboratory installation rate needs to be observe. From this research, it can be concluded that ABC system is need to be considered as the new cost accounting system to help finding a more accurate laboratory service rate.

Kata Kunci : activity based costing, cost driver


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.